nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terapkan Perlindungan Layanan Digital, Dukcapil Kemendagri Gandeng BSSN

Jum'at 01 Februari 2019 08:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 01 337 2012254 terapkan-perlindungan-layanan-digital-dukcapil-kemendagri-gandeng-bssn-zpP7bz0KSZ.jpg Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh (Foto: Ist)

JAKARTA -Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil Kemendagri) melakukan kerjasama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) di bidang perlindungan keamanan data kependudukan (Adminduk).

Menurut Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh, pihaknya bertekad untuk semakin Go Digital dalam pelayanan publik bidang administrasi kependudukan (Adminduk). Hal ini ditandai dengan penandatanganan kerjasama BSSN di kantor Ditjen Dukcapil, Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta, Kamis 31 Januari 2019.

(Baca Juga: Kebut Perekaman E-KTP, Kemendagri Kirim Tim ke 5 Wilayah Indonesia Timur

Di era digital sekarang, lanjut Zudan Arif, masyarakat menginginkan pelayanan publik yang serba cepat termasuk layanan data Adminduk. Melalui pelayanan yang serba cepat dan tidak bertele-tele, Zudan menginginkan standar layanan yang diberikan jajarannya mampu memberikan kebahagiaan kepada masyarakat.

"Masyarakat senang, misalnya membuat KTP elektronik hanya dalam hitungan menit, membuat akte kelahiran selesai dalam setengah jam," ujar Zudan dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (1/2/2019).

Selain cepat, Zudan menekankan, data pribadi masyarakat juga harus terlindungi keamanannya sehingga tidak bisa disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Sebab, data kependudukan membutuhkan otentisitas dokumen yang tinggi. Itu sebabnya, membutuhkan faktor keamanan digital yang tinggi pula.

Ilustrasi e-KTP 

Pelayanan yang cepat dan aman juga menjadi faktor kunci yang membawa perubahan paradigma pelayanan publik bidang Adminduk sehingga masyarakat dapat dilayani petugas Ditjen Dukcapil dari mana saja.

Hal ini bisa tercapai dengan menerapkan tanda tangan elektronik terenkripsi untuk pengurusan seluruh data kependudukan. Melalui tanda tangan elektronik ini tidak adalagi hambatan lokasi pelayanan Adminduk, sehingga bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja.

"Every time, every where is our office. Sambil rapat jajaran Dukcapil bisa menandatangani dokumen kependudukan. Ini bisa terwujud berkat kerja sama dengan BSSN," kata Zudan.

Pada bagian lain, Zudan membantah isu kosongnya blanko KTP elektronik di beberapa daerah seperti Karawang, Batam dan Tangerang. Pihaknya menjamin akan memberikan blanko KTP-el berapa pun yang diminta asal diselesaikan pencetakannya tepat waktu.

"Kalau sudah diberikan blanko KTP-el, tolong jajaran Dukcapil segera cepat diselesaikan pencetakannya. Saya ingin 14 hari sejak blanko diambil harus sudah dicetak semuanya," ujar Zudan.

(Baca Juga: Menkumham & Mendagri Pantau Pelaksanaan Rekam Cetak e-KTP di Lapas Cipinang

Zudan mengatakan, untuk Jawa Timur misalnya, menargetkan dalam waktu 14 hari kerja semua permohonan KTP elektronik dapat diselesaikan seluruhnya. Zudan menggelontorkan 1 juta keping blanko untuk Jawa Timur, 500 ribu untuk Jawa Tengah, dan 500 ribu untuk Jakarta Barat.

Kemudian, 2 juta keping ini diminta oleh Zudan segera dicetak oleh daerah dan segera dibagikan kepada masyarakat. DKI Jakarta sendiri didrop 100 ribu keping untuk segera dihabiskan dalam satu pekan.

Zudan menambahkan, blanko e-KTP sudah tersedia karena proses lelang dengan e-catalog sudah selesai.

Sekretaris Utama BSSN Syahrul Mubarak menyatakan, rasa terima kasihnya kepada jajaran Ditjen Dukcapil Kemendagri yang berkenan memanfaatkan layanan sistem elektronik dari BSSN.

“Karena merupakan bagian dari kepercayaan, layanan yang berkaitan dengan sistem elektronik dan bagaimana perilaku dari pemanfaatan teknologi informasi ini ke depannya,” ungkapnya.

Dalam amanat Perpres Nomor 95 Tahun 2018 tentang sistem pemerintah berbasis elektronik, mendorong instansi/lembaga pemerintah untuk pemanfaatan sistem elektronik sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing dengan aman.

“Di dalam pemanfaatan data dan informasi, ada dua hal yakni soal pengamanan dan jaringannya serta pengamanan terhadap konten,” kata Syahrul.

Sistem elektronik ini bersifat rahasia, menjaga keotentikan naskah dokumen, sehingga BSSN menjamin keutuhan data kependudukan yang dimiliki Ditjen Dukcapil.

Perjanjian kerja sama ini menjadi dasar untuk penggunaan tanda tangan digital/elektronik pada sistem Administrasi Kependudukan.

“Pilot project yang dilakukan adalah penggunaan tanda tangan elektronik pada pembuatan akta kelahiran, akta kematian , surat pindah dan KK,” tutur Syahrul yang diamini Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh.

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama yang dilaksanakan hari ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman tentang Keamanan Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Pemanfaatan Data Nomor Induk Kependudukan, Data Kependudukan dan KTP Elektronik dengan BSSN pada 19 November 2018 lalu di Jakarta antara Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Kepala BSSN.

Selanjutnya, menurut Kapuspen Kemendagri Bahtiar, semua patut memberi dukungan kepada upaya kerja keras yang telah dilakukan Ditjen Dukcapil Kemendagri sukses melakukan berbagai inovasi pelayanan e-KTP dan memperkuat ketahanan sistem teknologi.

Seluruh kementerian/lembaga khususnya lembaga pemerintahan yang memberikan layanan seyogianya segera membangun kemitraan dengan Dukcapil Kemendagri untuk pemanfaatan data kependudukan dalam pelayanan publik. Caranya mudah, cukup pimpinan kementerian/lembaga dimaksud mengajukan surat permohonan kerjasama kepada Kemendagri.

"Kita harus obyektif memberi apresiasi bahwa upaya kerja keras yang transparan dengan dukungan masyarakat termasuk Pers di bawah kepemimpinan Mendagri Tjahjo Kumolo selama 4 (empat) tahun terakhir ini telah sukses menyelamatkan program nasional KTP elektronik yang semula bermasalah berhasil ditertibkan dan di tata ulang tatakelolanya hingga saat ini perekaman sukses mencapai 97,21%," katanya.

Upaya kerja keras terus dilanjutkan dan mohon dukungan masyarakat untuk aktif melakukan perekaman KTP, dan datanglah ke kantor Dukcapil setempat dan terima kasih atas masukan perbaikan pelayanan e-KTP.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini