nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ahli Forensik Tak Bisa Pastikan Keaslian Rekaman Jaksa KPK

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 31 Januari 2019 20:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 31 337 2012140 ahli-forensik-tak-bisa-pastikan-keaslian-rekaman-jaksa-kpk-I4TYqaIP6l.JPG Terdakwa kasus merintangi penyidikan, Lucas (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ahli forensik akustik, Dhany Arifianto memaparkan analisa rekaman suara hasil sadapan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sidang kasus dugaan merintangi penyidikan dengan terdakwa Lucas.

Dhany menjelaskan, rekaman suara sadapan yang didengarkannya hanya dianalisis dari hasil yang diberikan penyidik KPK. Kendati demikian, Dhany mengaku tidak mengetahui darimana sumber suara itu.

"Originalitas kami tidak tahu karena itu hanya sebatas label dan surat dari KPK saja. Tapi bahwa itu dari sudah dari yang lain saya tidak tahu karena itu dalam amplop tersegel, itu saja," kata Dhany saat dihadirkan menjadi saksi ahli di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (31/1/2019).

Menanggapi kesaksian tersebut, Lucas mengatakan bahwa seorang ahli forensik suarapun, tidak bisa memastikan keakuratan rekaman suara yang diputar oleh jaksa dipersidangan.

"Ahli mengakui bahwa tidak dapat dipastikan 100 persen itu suara siapa, itu biasa saja hasil rekayasa, ahli tidak menguji khasnya, khasnya itu DNA dan diuji dari suatu file tidak bisa dipastikan, konten pembicaraan dia pun tidak tahu," ujar Lucas usai persidangan.

Pengacara Lucas

Apalagi kata dia, jika rekaman suara percakapan yang diputar jaksa sudah diedit atau dipotong-potong. "Saya kira keterangan ahli tidak meyakinkan dan tidak masuk sebagai alat bukti, konten tidak kena, asal usul tidak kena dan dia sendiri tidak meyakini 100 persen," tuturnya.

Lucas sedianya didakwa bersama-sama dengan Dina Soraya telah merintangi penyidikan mantan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro. Ia diduga menyarankan Eddy Sindoro selaku tersangka untuk tidak kembali ke Indonesia.

Jaksa KPK juga mendakwa Lucas membantu Eddy Sindoro masuk dan keluar wilayah Indonesia tanpa pemeriksaan imigrasi. Hal itu dilakukan untuk menghindari tindakan hukum KPK terhadap Eddy Sindoro.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini