1,5 Ton Ganja yang Disita BNN Ternyata Milik Napi di Lapas Kebon Waru

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Kamis 31 Januari 2019 13:54 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 31 337 2011889 1-5-ton-ganja-yang-disita-bnn-ternyata-milik-napi-di-lapas-kebon-waru-ujQs64MY1b.jpg Penyelundupan ganja 1,5 ton berhasil digagalkan. (Foto: Putra Ramadhani/Okezone)

BOGOR - Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis ganja seberat 1,5 ton dari dua lokasi berbeda di Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Jakarta dan Kota Bogor, Jawa Barat. Diduga ada keterlibatan pelaku dari lembaga permasyarakatan (lapas).

Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari mengatakan, temuan ratusan kilogram ganja kering ini merupakan hasil pengembangan dari kasus penyelundupan ganja di Soetta.

"Kita dua kali penangkapan, pertama di Bandara Soekarno-Hatta, kedua di sini (Bogor). Total 1,5 ton," kata Arman, di Jalan Loader, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Kamis (31/1/2019) dini hari.

Penyelundupan dilakukan dengan memodifikasi bagian bawah truk boks hingga bisa menyimpan ganja asal Aceh tersebut.

"Truknya dibuat truk cold storage. Di bagian dalam bawahnya dibuat ruangan khusus dengan pelat baja sehingga dibuka seolah kosong. Perjalanan dari Aceh sampai Bogor sempat diperiksa 4 kali tapi tidak ditemukan. Kita juga kesulitan, tapi setelah pakai anjing K9 baru ditemukan ada ganja," jelasnya.

Hingga kini, pihaknya sudah mengamankan tiga tersangka yang terlibat dalam penyeludupan ganja ini. Barang bukti ganja tersebut selanjutnya dibawa petugas ke kantor pusat BNN di Jakarta.

(Baca juga: 1,5 Ton Ganja Aceh Diselundupkan ke Jawa, Begini Modusnya)

Menurut keterangan tersangka, pemilik ganja adalah seorang napi di Lapas Kebon Waru Bandung. "Mungkin nanti ada (tersangka) menyusul karena ada keterkaitan dari lapas. Barang bukti ganja ini akan kita bawa ke pusat BNN di Cawang," tutup Arman.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto yang sempat mendatangi lokasi temuan ganja mengaku terkejut dengan banyaknya barang bukti.

Foto: Ist

"Ini mengejutkan sekali, selama ini ada indikasi peredaran di lapas tapi tidak besar. Ketika ada informasi ini terdapat jumlah yang cukup signifikan, ini cukup mengejutkan ya. Tapi saya berterima kasih kepada BNN yang sudah bekerja keras," ujar Bima.

Pihaknya bersama Muspida akan membantu untuk menelusuri dan memberantas perederan narkoba, khususnya di wilayah Kota Bogor. Ia mengimbau masyarakat menggalakkan pos siskamling dan berperan aktif menjaga lingkungan dari narkoba.

"Saya bersama Muspida akan memastikan di Kota Bogor tidak menjadi tempat nyaman untuk pengedar. Saya cek ada warga kami di sini, kita akan telusuri dan koordinasikan semua. Ini peringatan kita semua untuk waspada menjada lingkungan," tutupnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini