nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Akan Usut Fakta Hukum Kasus Suap Kalapas Sukamiskin

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 31 Januari 2019 10:59 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 31 337 2011792 kpk-akan-usut-fakta-hukum-kasus-suap-kalapas-sukamiskin-mDGmlVVauV.jpg Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. (Foto : Sindo)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan mengusut fakta hukum yang muncul dalam proses persidangan kasus suap jual-beli sejumlah fasilitas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

KPK bakal mendalami sejumlah fakta yang muncul di sidang terdakwa Wahid Husein, seperti adanya dugaan pemberian tas mewah kepada Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Sri Puguh Utami.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata menekankan, setiap fakta akan didalami tim penyidik. Pasalnya, kata pria yang akrab disapa Alex itu, peningkatan status ke tahap penyidikan dengan menetapkan tersangka sepenuhnya tergantung dari kecukupan alat bukti.

"Semua informasi terkait dengan fakta-fakta yang terungkap di persidangan kemudian dalam tahap penyidikan kalau ditemukan cukup alat bukti. Sekali lagi kita tidak berbicara kemungkinan untuk menetapkan tersangka, tetapi semua berdasarkan kecukupan alat bukti, minimal dua alat bukti, nanti akan ekspose kan. Kami akan komunikasikan lebih lanjut," ujar Alex, Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Dalam surat dakwaan Wahid Husen, Jaksa KPK di Pengadilan Tipikor Bandung, Sri Puguh Utami disebut menerima kado ulang tahun berupa tas mewah dari Wahid.

Kalapas Sukamiskin Wahid Husein. (Foto: Badriyanto/Okezone)

Tas itu disebut didapat dari Fahmi Darmawansyah, salah satu terpidana di Lapas Sukamiskin, yang juga menjadi terdakwa dalam perkara ini.

Fahmi melalui tahanan pendampingnya, Andri Rahmat memberikan tas clutch bag merek Louis Vuitton kepada Wahid melalui ajudannya, yakni Hendry Saputra pada Juli 2018.

Mengenai hal itu, Alex menambahkan, pihaknya harus mendalami terlebih dahulu pemberian tas tersebut untuk memastikan adanya unsur gratifikasi. Tujuan pemberian tas mewah tersebut dan apakah Sri Puguh sebagai pihak penerima sudah melaporkan pemberian tas tersebut dalam waktu 30 hari kerja sesuai UU Tipikor.

"Kalau ada barangnya, tas, apakah itu sebagai gratifikasi, yang bersangkutan kita lihat apa melaporkan sebagai gratifikasi. Pemberian itu dalam rangka apa, kan semua harus kita lihat. Orang itu dalam rangka apa memberikan tas," kata Alex.

Fahmi Darmawansyah

Tas mewah tersebut telah dikembalikan kepada KPK melalui sopir Ditjenpas. Saat dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung beberapa waktu lalu, Sri Puguh mengklaim tak tahu-menahu mengenai pemberian tas tersebut. Sri Puguh mengaku baru mengetahui adanya tas itu saat diperiksa penyidik KPK.

Diduga, Wahid Husen menerima suap berupa sejumlah uang dan dua mobil ketika menjabat sebagai Kalapas Sukamiskin sejak Maret 2018. Uang serta dua unit mobil yang diterima Wahid itu diduga berkaitan dengan pemberian fasilitas, izin luar biasa, yang‎ seharusnya tidak diberikan kepada diberikan kepada napi tertentu.

(Baca Juga : Wawan Bantah Izin Keluar Lapas Sukamiskin untuk Kencani Artis di Hotel)

Fahmi Darmawansyah diduga memberikan suap kepada Wahid untuk mendapatkan fasilitas khusus di dalam sel atau kamar tahanannya. Fahmi juga diberikan kekhususan untuk dapat mudah keluar-masuk Lapas Sukamiskin.

Peneriman-penerimaan tersebut diduga dibantu dan diperantarai oleh orang-orang dekat keduanya yaitu AR (Andri Rahmat) dan HND (Hendri Saputra).

(Baca Juga : Wawan Akui Beri Rp15 Juta ke Eks Kalapas Sukamiskin untuk Servis Mobil)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini