5 Fakta Baku Tembak TNI dan KKSB di Bandara Mapenduma Papua

Athallah Muti, Okezone · Selasa 29 Januari 2019 22:30 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 29 337 2011103 5-fakta-baku-tembak-tni-dan-kksb-di-bandara-mapenduma-papua-lDaChHmzC0.jpg Pasukan TNI ketika sedang siaga di Kampung Aroanop, Papua (Foto: Saldi Hermanto)

JAKARTA – Kontak senjata antara Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) dan Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan) kembali terjadi.

Pada Senin 28 Januari 2019, Pesawat Enggang Air Service jenis caravan yang akan take off di Bandara Mapenduma, Kabupaten Nduga, Papua mendapatkan serangan tembakan dari KKSB di sekitar bandara. Peristiwa itu memakan satu korban prajurit TNI yang sedang mengamankan area bandara, yakni Praka Nazarudin. 

Berikut Okezone rangkum sederet fakta baku tembak TNI dan KKSB di Bandara Mapenduma, Kabupaten Nduga, Papua, Selasa (29/1/2019):

1. Terjadi baku tembak sebelum pesawat mendarat 

Pesawat membawa bantuan berupa logistik dan bahan makanan. Di dalamnya ada Bupati Nduga Yarius Gwijangge, Kepala Distrik Mapenduma Toni Gwijangge dan Kepala Distrik Kagayam, Jonatan Kogoya.

(Baca Juga: Jenazah Praka Nasrudin Korban Penembakan KKSB Akan Dimakamkan di TMP Kabupaten Barru)

Pesawat akan take off dari Bandara Kenyam menuju Bandara Mapenduma, Kabupaten Nduga, Papua. Namun, sebelum mendarat, tiba-tiba pasukan TNI yang sedang melaksanakan pengamanan area bandara di Distrik Mapenduma diberondong tembakan oleh KKSB. Pasukan TNI akhirnya membalas hingga terjadi baku tembak.

2. Satu prajurit TNI tewas ditembak KKSB 

Pasukan TNI berhasil memukul mundur KKSB yang kemudian melarikan diri ke arah hutan di balik ketinggian. Sementara pesawat berhasil mendarat dalam keadaan aman.

Namun, saat pasukan TNI melaksanakan pengecekan personel, ditemukan Praka Nazarudin menjadi korban. Ia mengalami luka tembak di bagian perut sebelah kanan.

Praka Nasrudin

Rekan-rekan korban berusaha memberikan pertolongan pertama dan mengevakuasi ke RSUD Timika. Sayangnya, nyawa korban tak dapat tertolong.

3. Isak tangis keluarga sambut kedatangan jenazah 

Isak tangis keluarga korban tak terbendung saat menanti jenazah almarhum yang menumpang Pesawat Garuda Indonesia dari Bandara Moses Kilangin, Kabupaten Mimika.

Puluhan rekan kerja almarhum termasuk atasan dan keluarga korban sejak pagi tadi sudah menunggu kedatangan jenazah di halaman Kantor AirNav Jayapura di Kompleks Bandara Sentani.

Jenazah Praka Nazarudin, anggota TNI Batalyon Raider Khusus (RK) 751/ Vira Jaya Sakti tiba di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura pada pukul 08.30 WIT, Selasa 29 Januari 2019.

Hasnah, ibu korban mengatakan jenazah Praka Nazarudin akan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kabupaten Barru, Makassar.

4. Ibu korban mendapat firasat sebelum penembakan

Hasnah mengaku tidak biasanya almarhum berpamitan kepada semua keluarga sebelum dirinya berangkat bertugas di Mapenduma Kabupaten Nduga.

“Iya ada firasat, karena saya adalah ibunya, korban tidak biasanya berpamitan kepada semua keluarga saat dia mau berangkat tugas itu. Ini dia pamit kepada adik –adiknya dan kakanya,” kata Hasnah.

Keluarga menangis atas kematian Praka Nasrudin

5. Penembakan diduga dilakukan KKSB pimpinan Egianus Kogoya 

KKSB, pimpinan Egianus Kogoya diduga kuat menjadi dalang penembakan anggota TNI. Data yang dimiliki Kodam Cenderawasih menyebutkan Egianus memang bermarkas di wilayah Mapenduma, yang merupakan daerah Kabupaten Nduga.

(Baca Juga: Kronologi Penembakan di Bandara Mapenduma hingga Menewaskan 1 Anggota TNI)

Aksi yang sebelumnya dilakukan Egianus adalah penganiayaan dan penembakan terhadap 28 pekerja Istaka Karya yang sedang melaksanakan pembangunan jembatan di Jalan Trans Papua pada awal Desember 2018.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini