Kawal Proyek Setnov, Eni Saragih Ngaku Pernah Diingatkan Idrus Marham

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 29 Januari 2019 18:47 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 29 337 2011038 kawal-proyek-setnov-eni-saragih-pernah-diingatkan-idrus-marham-mzGjwzfazB.jpg Eni Saragih usai menjalani pemeriksaan oleh KPK (Foto: Okezone)

JAKARTA - Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih mengakui bahwa sejak awal dirinya memang ditugasi oleh mantan Ketua Fraksi Partai Golkar, Setya Novanto (Setnov)‎ untuk membantu pemegang saham Blacgold Natural Resources Limited, Johanes B Kotjo mengawal proyek pembangunan PLTU Riau-1.

Perintah dari Setnov pun diceritakan Eni kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Idrus Marham. Kata Eni, Idrus sempat memberikan peringatan kepadanya agar hati-hati membantu Setnov untuk mengawal proyek PLTU Riau-1.

"Jadi, saya dari awal cerita (ke Idrus Marham-red) untuk membantu Pak Kotjo. ‎Pak Idrus selalu bilang, hati-hati," kata Eni saat bersaksi terkait perkara dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama proyek pembangunan PLTU Riau-1, untuk terdakwa Idrus Marham di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2019).

Eni mengaku tidak tahu maksud 'hati-hati' yang diperingatkan Idrus kepadanya. Yang jelas, tekan Eni, Idrus memperingatkan bahwa jika ada masalah dalam proyek tersebut, pasti akan menjadi 'korban‎' hanya dirinya.

Idrus Marham

"Yang pasti, nanti hati-hati kalau saya salah, nanti salahnya dilimpahkan ke Eni saja. Jadi, saya sudah dari awal, sudah di-warning kayak gitu," ujarnya.

‎Sebelumnya, Idrus Marham didakwa menerima uang suap proyek pembangunan PLTU Riau-1 sebesar Rp2,25 miliar oleh jaksa penuntut umum pada KPK. Uang tersebut berasal dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johanes B Kotjo.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini