nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Panglima Paparkan Penambahan 60 Jabatan Baru TNI

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Selasa 29 Januari 2019 18:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 29 337 2011031 panglima-paparkan-penambahan-60-jabatan-baru-tni-zz7hLPIxYg.jpg Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto (foto: Ist)

JAKARTA - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memaparkan penambahan 60 jabatan baru di TNI berdasarkan perubahan peraturan presiden (Perpres) Nomor 10 yang diubah menjadi Perpres Nomor 62.

Dia melanjutkan, aturan tersebut banyak yang mengubah tipe Komandan Korem (Danrem) yang awalnya dari tipe B lantas dinaikkan menjadi tipe A.

"Jadi Danrem tipe A, sebanyak 21 Danrem. Otomatis dinaikkan jadi bintang I, dan dampak ke bawah banyak jabatan dari Letkol jadi Kolonel," kata Hadi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/1/2019).

 (Baca juga: Presiden Jokowi Tambah 60 Jabatan Baru untuk Pati TNI)

Selain itu, penambahan 60 jabatan baru juga mengubah pangkat yang semulanya jabatan itu diisi perwira tinggi (pati) berbintang satu menjadi pati dengan dua bintang di pundak.

 sd

Hadi mencontohkan, jabatan tersebut seperti asisten Pangkostrad yang semula diisi oleh pati bintang satu, kemudian diisi jadi bintang dua.

"Padahal Pangkostrad bintang tiga. Sehingga dari asisten Kostrad akan dinaikkan dari bintang satu jadi dua. Dan itu sudah nambah enam," jelasnya.

 (Baca juga: Gatot Nurmantyo hingga Try Sutrisno Hadiri Rapim TNI-Polri di Istana)

Hadi memaparkan bahwa Perpres tentang penambahan jabatan di tubuh TNI juga membentuk organisasi baru seperti Satgas di Polri. Nantinya, organisasi itu akan dipimpin oleh pati berbintang tiga, sementara wakilnya jenderal bintang dua, serta para asisten berbintang satu sebanyak enam prajurit.

"Otomatis menarik kolonel juga dari bawah. Itu baru AD. Ada AL ada peningkatan kelas juga seperti Lakesilut. (Lembaga Kesehatan Gigi dan Mulut-red). Sehingga total bisa tarik kolonel kurang lebih 160 kolonel akan ditarik jabatan baru," paparnya.

 sda

Ia menegaskan, TNI akan tetap menjaga kesimbangan organisasinya dengan tidak menjadikan struktur organisasi TNI menjadi gemuk. Dengan begitu, prajurit bisa bekerja profesional.

"Kita tetap jaga piramida. Katakanlah akan menambah, kita akan tambah fungsional untuk menjaga piramida. Contoh perwira tinggi ahli bidang HI, hankam, sosial, bisa kita tambah," tandasnya.

Ia menambahkan, penambahan jabatan TNI juga dilakukan dengan menintegrasikan berbagai pangkalan seperti di Natuna, Morotai, Hingga Biak.

"Ini satu tuntutan tugas yang harus diisi dengan jabatan itu termasuk Kogabilham," tandasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini