Pembengkakan Kaki, Abu Bakar Ba'asyir Akan Jalani Pemeriksaan di RSCM

Antara, · Selasa 29 Januari 2019 10:28 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 29 337 2010725 pembengkakan-kaki-abu-bakar-ba-asyir-akan-jalani-pemeriksaan-di-rscm-XPDFjA6tFy.jpg Abu Bakar Ba'asyir. (Foto: Ist)

JAKARTA – Abu Bakar Ba'asyir akan menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan terkait pembengkakan pada kakinya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat. Pemeriksaan dilakukan pada hari ini, Selasa 29 Januari 2019.

"Iya, ini sudah berangkat dari (Lapas) Gunung Sindur, karena kaki Pak Kiai (Abu Bakar Ba'asyir) alami pembengkakan dan sudah cukup lama bengkaknya," ujar M Mahendradatta, kuasa hukum Ba'asyir, mengutip dari Antaranews, di Jakarta, Selasa (29/1/2019).

Mahendradatta mengatakan pemeriksaan ini diperlukan untuk mengetahui kondisi organ dalam Ba'asyir yang diduga sebagai pemicu pembengkakan kakinya.

"Beliau kan memang sudah lanjut usia, jadi kondisinya sudah menurun. Kami perlu memeriksakan lebih lanjut untuk tahu apa yang jadi pemicunya (kaki bengkak)," ujar Mahendradatta.

(Baca juga: KSP: Jika Ba'asyir Belum Berubah, Pembebasan Batal)

Sebelumnya pengacara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Yusril Mahendra, saat menemui narapidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir di Lapas Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengatakan Ba'asyir akan dibebaskan.

Salah satu alasan pembebasan Ba'asyir dikatakan demi kemanusiaan karena usianya yang semakin renta dan kondisi kesehatan yang menurun.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah akan menaati hukum dan peraturan yang berlaku terkait rencana pembebasan bersyarat narapidana terorisme Abu Bakar Ba'asyir. Presiden menyebutkan bahwa pembebasan bersyarat untuk Ba'asyir adalah salah satu mekanisme hukum yang harus dilalui. Menurut dia, salah satu persyaratan dasar dalam pembebasan bersyarat adalah setia pada NKRI dan Pancasila.

(Baca juga: Kepala BNPT: Ba'asyir Tolak Ikut Program Deradikalisasi)

Namun, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Polisi Suhardi Alius menyatakan Ba'asyir enggan menandatangani surat pernyataan setia kepada NKRI dan ikut menjalani program deradikalisasi.

Terkait hal tersebut, Presiden Jokowi mengatakan pemerintah terus mengkaji tentang pembebasan bersyarat bagi Ba'asyir itu. "Apalagi ini situasi yang mendasar, setia kepada NKRI, setia kepada Pancasila, sesuatu yang mendasar," ujarnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini