PSI Minta Buni Yani Segera Ditahan

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Sabtu 26 Januari 2019 14:58 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 26 337 2009730 psi-minta-buni-yani-segera-ditahan-SSUmXOD7Nn.jpg Ketum PSI, Grace Natalie.

JAKARTA – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, meminta pihak kejaksaan untuk segera mengeksekusi Buni Yani. Buni Yani merupakan terpidana kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Eletronik (ITE).

Grace mengatakan hal itu saat PSI melakukan safari solidaritas di Lamongan, Jawa Timur.

"Permintaan kasasinya sudah ditolak MA maka sudah sewajarnya jika yang bersangkutan segera ditahan. Apalagi BTP (Basuki Tjahaja Purnama-red) juga sudah dengan taat menyelesaikan masa hukumannya," ujar Grace dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (26/1/2019).

Kunjungan PSI ke Kampung Bonsai Lamongan itu untuk menjalankan Solidarity Tour Jawa Timur yang akan berlangsung dari 26 Januari – 1 Februari 2019.

Selama satu minggu, PSI dijadwalkan mengunjungi 6 kota, yaitu Lamongan, Madiun, Malang, Jember, Sidoarjo, dan Pamekasan.

Dalam safarinya tersebut, PSI menggunakan sebuah bis yang telah didesain secara khusus sehingga sangat mudah dikenali oleh masyarakat.

Buni Yani (Dok Okezone)

Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi terpidana kasus dugaan pelanggaraan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Buni Yani. Namun, hingga kini Buni Yani tak kunjung dieksekusi.

(Baca Juga : Mahkamah Agung Tolak Kasasi Buni Yani)

Buni Yani sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka sejak November 2016 silam lantaran dinyatakan telah menyunting video pidato Basuki Tjahaja Purnama alis Ahok di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu yang menyinggung Surah Al Maidah Ayat 51. Buni Yani mengubah video pidato Ahok dengan menghapus kata 'pakai' kemudian mengunggahnya ke media sosial Facebook.

(Baca Juga : Kasasi Buni Yani Ditolak, PA 212 Tuding MA Berpolitik)

Majelis Hakim lantas memvonis Buni Yani dengan menjatuhkan hukuman 1 tahun 6 bulan penjara karena dinyatakan terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 32 ayat 1 UU ITE.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini