KPK Usut Aliran Suap Proyek Meikarta ke Anggota DPRD Bekasi

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 25 Januari 2019 19:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 25 337 2009488 kpk-usut-aliran-suap-proyek-meikarta-ke-anggota-dprd-bekasi-gSeOmGINeS.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mengusut adanya dugaan uang panas pengurusan izin proyek Meikarta yang mengalir ke pimpinan DPRD Bekasi, Jejen Sayuti. Sebagaimana hal tersebut didalami KPK lewat pemeriksaan Jejen Sayuti, ‎hari ini.

"Terhadap saksi Jejen Sayuti, penyidik mendalami terkait pengetahuan dan peran saksi terkait dugaan aliran dana pada sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bekasi," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (25/1/2019).

Febri menambahkan, KPK juga sedang mendalami peran anggota DPRD Bekasi, Cecep Nur dalam kasus ini. Cecep sendiri diperiksa dalam kapasitasnya sebagai Ketua Pansus Rencana Detail Tata Ruang (‎RDTR), pada hari ini.

‎"Terhadap saksi Cecep, penyidik mendalami pengetahuan dan perannya dalam proses perubahan aturan tata ruang di Kabupaten Bekasi sesuai kapasitas ybs dalam sebagai Ketua Pansus Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)," ujarnya.

(Baca Juga: KPK Periksa Pimpinan DPRD Bekasi Terkait Suap Meikarta)

Diketahui, KPK sedang mengembangkan kasus dugaan suap pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta. Dalam pengembangan perkara ini, KPK menemukan ada kejanggalan dalam perubahan aturan tata ruang untuk pembangunan Meikarta.

Kejanggalan perubahan aturan tata ruang tersebut terungkap atas dasar rekomendasi yang diberikan oleh Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BPKRD) Jawa Barat. Dimana, proyek Meikarta seharusnya hanya mendapatkan Izin Peruntukkan Penggunaan Tanah (IPPT) seluas 84,6 hektar. Namun pada kenyataannya, Meikarta mengiklankan dan akan membangun proyeknya seluas 500 hektar.

KPK menduga ada pihak yang sengaja merubah aturan ‎tata ruang dan wilayah (RTRW) yang baru di Bekasi. Diduga, aturan tersebut sengaja dirubah oleh sejumlah untuk memuluskan kepentingan dalam menggarap proyek Meikarta.

(aky)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini