Plt Ketum PSSI Harap Keterangannya Jadi Referensi Satgas Selesaikan Kasus Pengaturan Skor

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Jum'at 25 Januari 2019 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 25 337 2009173 plt-ketum-pssi-harap-keterangannya-jadi-referensi-satgas-selesaikan-kasus-pengaturan-skor-I6CkGXnKDR.jpg Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Usai menjalani pemeriksaan oleh Satgas Antimafia Bola, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono berharap keterangannya bisa membantu menyelesaikan kasus dugaan pengaturan skor pertandingan sepakbola di Liga Indonesia.

"Secara umum saya merasa ini bagus juga. Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan menjadi referensi bagi kepolisian untuk mengambil kesimpulan-kesimpulan terhadap proses yang dilakukan terdahulu, baik kepada yang terlapor maupun saksi-saksi sebelumnya," kata Joko Driyono di Mapolda Metro Jaya, Kamis 24 Januari 2019 malam.

(Baca juga: 11 Jam Diperiksa, Plt Ketum PSSI Joko Driyono Mendapat 45 Pertanyaan)

Pria yang akrab disapa Jokdri itu diperiksa hampir selama 11 jam. Ia masuk pukul 11.00 dan keluar pada 22.15 WIB.

Jokdri menekankan bahwa pihaknya siap membantu polisi membongkar praktik mafia bola sampai ke akarnya. Hal itu semata-mata demi sepakbola yang lebih baik di Tanah Air.

"Saya kira PSSI seperti yang saya sampikan di awal sangat support dan memghormati seluruh upaya kepolisian melalui Satgas ini agar kita semua bersinergi dan memastikan sepakbola yang lebih baik di masa yang akan datang."

Adapun selama pemeriksaan, sebanyak 45 pertanyaan dilayangkan Satgas Antimafia Bola. Mulai struktur hingga budgeting pencairan uang di PSSI.

"Saya dimintakan keterangan ada 45 pertanyaan mengenai struktur, fungsi, kewenngan yang ada di PSSI. Kemudian sistem manajemen yang ada di PSSI, kewenangan-kewenangan yang ada di Exco, komite-komite kesekjenan, prosedur tentang budgeting, pencairan uang, dan seterusnya," ujar dia.

(Baca juga: Satgas Antimafia Bola Sebut Tersangka Kasus Pengaturan Skor Bisa Bertambah)

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Satgas Antimafia Bola juga telah memeriksa Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Thisa Destria dan Bendahara Umum PSSI Berlinton Siahaan. Bahkan, petugas telah menetapkan tersangka kepada mantan Ketua Asprov PSSI DIY Dwi Irianto alias Mbah Putih, anggota Komite Eksekutif PSSI Johar Lin Eng, mantan anggota Komisi Wasit PSSI Priyanto dan anaknya Anik Yuni Artika Sari yang merupakan wasit futsal, serta wasit Nurul Safarid.

Lalu Satgas kembali menetapkan lima tersangka terkait pengaturan skor yang terjadi di Liga 2 dan 3 2018. Mereka adalah yaitu YI, CH, DS, P, dan MR. Dengan ditangkapnya ML, total tersangka menjadi 11 orang.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini