11 Jam Diperiksa, Plt Ketum PSSI Joko Driyono Mendapat 45 Pertanyaan

Antara, · Kamis 24 Januari 2019 23:23 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 24 337 2009111 11-jam-diperiksa-plt-ketum-pssi-joko-driyono-mendapat-45-pertanyaan-w2w5Ldozxo.jpg Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono. (Foto: Ist)

JAKARTA – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono hari ini menjalani pemeriksaan selama 11 jam oleh Satgas Antimafia Bola di Mapolda Metro Jaya, Jakarta. Ia pun mendapat dengan 45 pertanyaan dari petugas.

Sejak masuk ke ruang pemeriksaan Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada pukul 11.00 WIB, Joko Driyono baru keluar sekira pukul 22.10 WIB. Ia didampingi Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria dan langsung ditemui awak media.

"Alhamdulillah sejak jam 11.00 WIB sampai sekarang, saya telah menuntaskan proses ini. Dimintai keterangan sebagai saksi atas laporan yang disampaikan Ibu Lasmi Indaryani (manajer Persibara Banjarnegara). Teman-teman juga sudah ikuti kasusnya," kata Joko pada awak media, sebagaimana dikutip dari Antaranews, Kamis (24/1/2019).

(Baca juga: Plt Ketum PSSI Djoko Driyono Datangi Polda Metro Jaya, Ada Apa?)

Di dalam ruang pemeriksaan, Joko mengaku mendapat sebanyak 45 pertanyaan mengenai struktur, fungsi, dan kewenangan yang ada di PSSI.

"Lalu ada mengenai sistem manajemen PSSI, kewenangan yang dimiliki komite eksekutif (exco), komite-komite, kesekjenan, prosedur soal budgeting, pencairan uang, dan seterusnya," ujar Joko Driyono.

Secara umum, dia menilai hal ini positif dan berharap keterangannya bisa menjadi referensi bagi Satgas Antimafia Bola dalam mengambil kesimpulan terhadap proses penyelidikannya.

"Saya harap pernyataan saya bisa dijadikan referensi pihak kepolisian terhadap proses yang dilalui selama ini, baik yang terlapor dan saksi-saksi lainnya. Saya kira itu poin yang ingin saya sampaikan," ucap Joko.

Hari pemeriksaan Joko ini juga ternyata sama dengan pemeriksaan salah satu tersangka kasus pengaturan skor pertandingan sepak bola Vigit Waluyo yang dilakukan di Mapolda Jawa Timur. Joko menekankan PSSI sangat mendukung dan menghormati upaya kepolisian dalam Satgas Antimafia Bola ini demi "kesehatan" sepakbola.

"Saya kira seperti yang disampaikan di awal, kami sangat support dan menghormati seluruh upaya kepolisian melalui Satgas ini agar kita semua bersinergi dan memastikan sepakbola yang baik di masa-masa mendatang," ujar Joko.

(Baca juga: Vigit Waluyo Diperiksa Satgas Antimafia Bola soal Kasus Pengaturan Skor)

Sebagaimana diketahui, Satuan Tugas Antimafia Bola telah menerima 338 laporan terkait pengaturan skor di Liga 2 dan Liga 3. Kini 73 laporan telah dilakukan investigasi dan empat sedang ditangani.

Dari empat laporan yang tengah ditangani, dua laporan menjerat 11 tersangka. Dua laporan itu berasal dari mantan Manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani. Sementara satu lagi merupakan laporan tipe A yang dibuat oleh penyidik Satgas Antimafia Bola.

Dari laporan tipe A oleh penyidik itu menetapkan Vigit Waluyo sebagai tersangka. Kemudian dari laporan Lasmi, Satgas Antimafia Bola menetapkan 10 tersangka, enam di antaranya telah dilakukan penahanan.

Enam tersangka yang ditahan tersebut adalah Ketua Asprov PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih, Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Johar Lin Eng, mantan anggota komisi wasit Priyanto dan anaknya Anik Yuni Artika Sari, wasit Nurul Safarid, serta ML staf direktur penugasan wasit PSSI. Kemudian empat tersangka yang belum dilakukan penahanan di antaranya CH, DS, P, dan MR.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini