Sambangi KPK, Kementerian LHK Ungkap 18 Perusahaan Terlibat Penyelundupan Kayu

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 24 Januari 2019 14:20 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 24 337 2008839 sambangi-kpk-kementerian-lhk-ungkap-18-perusahaan-terlibat-penyelundupan-kayu-iHJDuI2NWj.jpg Dirjen Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Rasio Ridho Sani, saat sambangi Gedung KPK. (Foto : Arie Dwi Satrio/Okezone)

JAKARTA – Dirjen Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan ‎Kehutanan (KLHK), Rasio Ridho Sani, bersama jajarannya menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, hari ini. Kedatangan pejabat KLHK tersebut untuk berdiskusi dengan pimpinan KPK.

Salah satu yang dibahas dalam pertemuan tersebut soal adanya dugaan keterlibatan 18 perusahaan dalam penyelundupan kayu ilegal. Kata Rasio Ridho, pihaknya telah melakukan penindakan terhadap 384 kontainer yang berisikan kayu ilegal dalam kurun waktu satu bulan.

"Kami sedang dalami keterlibatan 18 perusahaan yang berkaitan dengan kayu ilegal ini," kata Rasio di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (24/1/2019).

Oleh karena itu, diakui Rasio, dalam pertemuan pada hari ini, pihaknya fokus membahas permasalahan tersebut. Rasio mengaku didukung lembaga antirasuah untuk memuntaskan kasus tersebut. Sebab, nilai kerugian penyelundupan kayu ilegal itu mencapai Rp105 miliar.

Dirjen Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan ‎Kehutanan, Rasio Ridho Sani, di Gedung KPK. (Foto : Arie Dwi Satrio/Okezone)

"Ini proses terus berlangsung. KPK mensupervisi kami, termasuk hari ini kami diskusi dengan KPK dalam rangka penegakan hukum terhadap kayu-kayu ilegal asal Papua," terangnya.

Rasio menjelaskan, 384 kontainer berisikan kayu ilegal asal Papua ditindak KLHK di Pelabuhan Makasar dan Surabaya. Rasio berharap kasus ini bisa dituntaskan bersama-sama dengan KPK.

(Baca Juga : Penyelundupan 3 Mobil Mewah Bekas dari Singapura Senilai Rp4 Miliar Berhasil Digagalkan)

"Tim kami sedang berkerja di sana kami juga siapkan penyidik ada 70 penyidik yang dapat supervisi dari KPK. Kami bertemu dengan pimpinan Pak Saut," jelasnya.

(Baca Juga : TNI Penjaga Perbatasan NKRI Gagalkan Penyelundupan BBM ke Timor Leste

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini