Anak Ba'asyir Tagih Janji Pemerintah soal Pembebasan

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Rabu 23 Januari 2019 19:44 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 23 337 2008509 anak-ba-asyir-tagih-janji-pemerintah-soal-pembebasan-iMVyecsv9X.jpg Abdul Rohim (Foto: Putra R)

BOGOR - Abdul Rohim, anak dari narapidana terorisme Abu Bakar Ba'asyir mengaku kecewa dengan pemerintah terkait batalnya pembebasan sang ayah dari Lapas Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Di Solo semua sudah siap menunggu, tapi semua kecewa harusnya (Abu Bakar Ba'asyir) hari ini bisa pulang tetapi nyatanya tidak bisa," kata Abdul, di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Rabu (23/1/2019).

(Baca Juga: Ini Kata Kalapas Gunung Sindur soal Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir

Abdul pun menagih janji kepada pemerintah yang semula direncanakan melakukan pembebasan terhadap sang ayah tanpa syarat-syarat memberatkannya.

"Kita harap janji itu dapat ditunaikan, artinya janji Pak Yusril kepada beliau (Abu Bakar Ba'asyir) dan juga sudah disetujui oleh presiden bebas tanpa syarat. Ini yang sedang kita tunggu terus," ungkapnya.

Abu Bakar Ba'asyir 

Namun, pihak keluarga bersama tim kuasa hukumnya masih akan terus berupaya melakukan pembebasan terhadap Abu Bakar Ba'syir. "Iya, tentu Insya Allah, kita akan terus berupaya. Sampai keluar atau paling tidak sampai ada kejelasan terkait persoalan (pembebasan) ini," ujar Abdul.

Seperti diketahui, kuasa hukum Presiden Joko Widodo (Jokowi), Yusril Ihza Mahendra mendatangi Lapas Kelas III Gunung Sindur, Kabupaten Bogor untuk menyampaikan persetujuan Jokowi terkait pembebasan narapidana terorisme Ba'asyir pada Jumat 18 Januari 2019 lalu.

(Baca Juga: Abu Bakar Ba'asyir Batal Bebas, Kuasa Hukum Akan Ngadu ke DPR

Pembebasan tersebut dikatakan Yusril, karena pertimbangan faktor kemanusiaan dan kesehatan. Namun, setelah pernyataan tersebut, belum ada kejelasan kapan mantan pimpinan Jamaah Ashorut Tauhid (JAT) itu bebas dari Lapas Gunung Sindur.

Adapun kendala untuk membebaskan Ba'syir, yakni belum dapat memenuhi persyaratan penting yaitu kesetiaan kepada Pancasila dan NKRI.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini