Dipaksa Keluar dari Hotel, Keluarga Korban Kecelakaan Lion Air Merasa Ditipu

Fadel Prayoga, Okezone · Rabu 23 Januari 2019 16:38 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 23 337 2008384 dipaksa-keluar-dari-hotel-keluarga-korban-kecelakaan-lion-air-merasa-ditipu-B4xLvFDyPL.jpg Keluarga Lion Air menolak keluar dari posko penampungan kecelakaan pesawat di Hotel Ibis. (Foto: Fadel Prayoga/Okezone)

JAKARTA - Maskapai penerbangan Lion Air memaksa keluarga korban kecelakaan pesawat PK-LQP untuk keluar dari posko penampungan yang berlokasi di Hotel Ibis, Jakarta Timur. Mereka dipaksa untuk pulang ke kota asalnya masing-masing tanpa kejelasan soal tuntutan yang mereka layangkan.

"Kami kan di sini difasilitasi oleh Lion, kalau pihak hotel meminta kami untuk check out kan enggak bisa, yang check in kan orang Lion, bukan kami," kata seorang keluarga korban Raja Umar (27) di lokasi, Rabu (22/1/2019).

Raja menyatakan, ada 64 korban yang belum teridentifikasi. Pihaknya meminta pihak maskapai untuk terus mencari keberadaan keluarga mereka.

Foto: Fadel Prayoga/Okezone

Sementara itu, keluarga korban lain, Neuis Marfuah (46) mengaku ditipu Lion Air. Pihak maskapai dianggap tak menepati janjinya untuk memfasilitasi seluruh keluarga untuk menempati posko penampungan.

(Baca juga: CVR Ditemukan, Melihat Kembali Tragedi Lion Air PK-LQP)

"Mereka minta seperti itu, tapi kan kami sudah menyerahkan surat keberatan kepada Direksi Lion Kapten Daniel Putut yang bertemu di kantor Kemaritiman kemarin. Dan itu sudah disepakati oleh Beliau, bahwasanya ini minimal untuk 64 keluarga korban masih difasilitasi untuk stay di sini. Walaupun di suratnya disebutkan bahwa posko di Ibis ini mau ditutup dan kami mau dipindahkan," kata dia.

Manajemen Lion Air, lanjut dia, sempat memberi iming-iming untuk memindahkan lokasi penampungan. Namun sayang tak ada realisasi dari janji tersebut.

"Tadi pagi saya dapat chat dari family assistant mengatakan bahwa, 'ibu hari ini kalau diperlukan kami akan bantu carikan akomodasi'. Itu kan artinya kami tetap disuruh keluar. Oke kalau saya keluar, tapi tentukan tempat lain dong. Tapi kan mereka bilangnya belum menentukan tempat, kami baru dikabarin nanti. Artinya kami tetap harus pulang," jelasnya.

Foto: Fadel Prayoga/Okezone

Para karyawan yang biasanya mendampingi mereka sudah lebih dulu meninggalkan hotel sejak Selasa, 22 Januari 2019. Pihaknya tak akan meninggalkan lokasi meski sudah tak ada pendampingan dari pihak maskapai.

"Kami hanya diberitahukan resepsionis bahwa kami harus check out hari ini. Semua karyawan Lion sudah keluar dari pagi tadi, bahkan ada yang dari kemarin sore. Tapi kita pastikan akan tetap di sini," kata Neuis

Sekadar informasi, Tim Disaster Victim Identification (DVI) baru berhasil mengidentifikasi 125 dari total 189 penumpang pesawat. Artinya masih ada 64 korban yang hingga saat ini masih berada di dalam laut perairan Karawang, Jawa Barat.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini