Kaji Pembebasan Ba'asyir, Menkumham: Tidak Mudah Ini Barang

Muhamad Rizky, Okezone · Selasa 22 Januari 2019 21:39 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 22 337 2008034 kaji-pembebasan-ba-asyir-menkumham-tidak-mudah-ini-barang-hmDcUGJR0Z.jpg Menkumham Yasonna Hamonangan Laoly (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly mengatakan, sedang membentuk tim untuk mengkaji pembebasan narapidana terorisme Abu Bakar Ba'asyir. Tim tersebut melibatkan sejumlah lembaga dan kementerian.

"Kita membahasnya, berapa instansi ada BNPT, ada Polri, ada Kementerian Luar Negeri, ada Polhukam ada kita (Kemenkumham)," kata Yasona di Kantor Kemenkumham, Jakarta Selatan, Selasa (22/1/2019).

(Baca Juga: Moeldoko Tepis Pembebasan Ba'asyir untuk Naikkan Elektabilitas Jokowi

Menurut Yasona, kajian itu perlu dilakukan karena ada persyaratan yang harus dipenuhi sebelum diputuskan Abu Bakar Ba'asyir perlu dibebaskan atau tidak.

"Ada syarat penting yang dimintakan sesuai prosedur seuai ketentuan hukum, tapi sampai sekarang belum dipenuhi dan kami masih melakukan kajian yang mendalam tentang aspek hukum, yang juga secara ideologi seperti apa, konsep NKRI-nya, keamanannya dan lain-lain itu yang sekarang sedang digodok dan dibahas dengan kementerian yang lain," paparnya.

 Abu Bakar Ba'asyir

Adapun persyaratan tersebut di antaranya yang bersangkutan harus berkelakuan baik, tidak pernah melanggar aturan tata tertib lapas, dan telah melewati 2/3 masa tahanan, serta menandatangani ikrar kesetiaan NKRI. Menurut Yasona itu wajib dilakukan sebelum dilakukan pembebasan.

"Ketentuan yang sudah dilaluinya 2/3, seharusnya kalau sudah memenuhi syarat keluar 13 Desember yang lalu dalam proses sebelum 13 Desember pun Dirjen PAS sudah melakukan persyaratan administratif yang dibutuhkan untuk itu," ungkapnya

(Baca Juga: Menkumham Bongkar Asal-usul Rencana Pembebasan Ba'asyir

Menurut Yasonna, masalahnya fundamental, karena kalau nanti misalnya langsung dibebaskan, bagaimana reaksi dengan narapidana teroris lainnya yang masih ada beberapa ratus orang itu.

"Jadi, itu yang menjadi kajian kita tidak mudah ini barang, dan ini menyangkut prinsip yang sangat fundamental huat bangsa. Makanya kita sampai sekarang belum memutuskan (pembebasan) itu," ujarnya.

 Abu Bakar Ba'asyir

Terkait kajian itu sendiri, Yasona tidak menjelaskan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memutuskan hal tersebut. "Kita akan rapat lagi untuk ini setelah masing-masing kementerian memberikan pandangannya dan melihat perkembangan persyaratan yang diajukan, Kemlu juga punya karena ada resolusi PBB," ujarnya.

Ia pun kembali menegaskan, hingga saat ini Abu Bakar Ba'asyir belum bisa dibebaskan. "Belum, belum (dibebaskan)," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini