Menkumham Bongkar Asal-usul Rencana Pembebasan Ba'asyir

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 22 Januari 2019 19:37 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 22 337 2007986 menkumham-bongkar-asal-usul-rencana-pembebasan-ba-asyir-1HAuOb2lCW.jpg Menkumham Yasonna Hamonangan Laoly (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly mengatakan, pembahasan mengenai pembebasan terpidana terorisme, Abu Bakar Ba'asyir dilakukan sejak setahun lalu. Hal itu bermula dari permintaan pihak keluarga.

Dirinya melakukan pembahasan bersama dengan Menko Polhukam Wiranto pasca-adanya pengajuan surat pihak keluarga Ba'asyir untuk menjadi tahanan rumah. Namun, tidak diterima karena adanya ketentuan perundang-undangan.

"Lebih dari‎ setahun lalu, keluarga sudah mengajukan supaya ABB (Abu Bakar Ba'asyir) pada waktu itu diminta ditahan di rumah, tetapi ketentuan perundang-undangan tidak memungkinkan itu," terang Yasonna di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (22/1/2019).

(Baca Juga: PBNU Setuju Pembebasan Ba'asyirBaasyir

Menurut Yasonna, saat itu membahas mendalam soal pengajuan tahanan rumah yang diajukan keluarga Ba'asyir. Alhasil, terdapat kesepakatan, Ba'asyir akan dipindah ke Rutan Solo, Jawa Tengah.

Namun, sambung Yasonna, pihak keluarga menolak Ba'asyir dipindah ke Rutan Solo dan tetap ditahan di Gunung Sindur, Jawa Barat. Sebab, pihak keluarga mempertimbangkan aspek kesehatan Ba'asyir.

‎"Keluarga memutuskan mengirim surat secara resmi ke kita, kalau memang tidak ditahan di rumah ya sudah di Sindur saja, dengan pertimbangan lebih dekat akses kesehatan kalau beliau sakit, rumah sakit yang ada di Jakarta," ujar Yasonna.

(Baca Juga: Sambut Ba'asyir, Ponpes Al Mukmin Ngruki Siapkan Tenda Berkapasitas 1.000 Orang)

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini