PBNU Setuju Pembebasan Ba'asyir

Antara, · Selasa 22 Januari 2019 19:10 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 22 337 2007975 pbnu-setuju-pembebasan-ba-asyir-cXVE8s30op.jpg Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj menyatakan, setuju dengan rencana pemerintah membebaskan narapidana terorisme Abu Bakar Ba'asyir. Selama persyaratan-persyaratan yang ditentukan terpenuhi.

"Yang penting yang bersangkutan punya komitmen, kami setuju beliau dibebaskan," kata Said Aqil ditemui usai pertemuan Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta seperti dikutip dari Antaranews.com, Selasa (22/1/2019).

(Baca Juga: Sambut Ba'asyir, Ponpes Al Mukmin Ngruki Siapkan Tenda Berkapasitas 1.000 Orang

Said Aqil yang juga merupakan Ketua Umum LPOI mengatakan, tidak ada pembahasan mengenai pembebasan Abu Bakar Ba'asyir dengan Presiden Jokowi.

"Banyak sih pembahasan, tapi soal Abu Bakar Ba'asyir tidak dibahas," kata Said Aqil yang datang ke Istana Merdeka ditemani antara lain Sekjen LPOK Luthfi A Tamimi dan Ketua Umum Pagar Nusa Muhammad Nabil Haroen.

 Baasyir

Said Aqil menyatakan, setuju dengan pembebasan itu antara lain karena alasan kemanusiaan. "Tapi harus betul-betul punya komitmen setia kepada Pancasila dan NKRI, harus mau menandatangani pernyataan itu, siapa pun yang hidup di sini harus seperti itu," tuturnya.

Pemerintah menegaskan akan menaati hukum dan peraturan yang berlaku terkait rencana pembebasan bersyarat narapidana terorisme Abu Bakar Ba'asyir.

"Ada mekanisme hukum yang harus kita lalui. Ini namanya pembebasan bersyarat, bukan pembebasan murni, pembebasan bersyarat. Nah, syaratnya harus dipenuhi, kalau nggak, kan saya gak mungkin menabrak," kata Jokowi.

(Baca Juga: Alasan Kemanusiaan, Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Dinilai Harus Ada Rekomendasi Dokter

Menurut Presiden, salah satu persyaratan dasar dalam pembebasan bersyarat, yakni setia kepada NKRI dan Pancasila. Namun, Ba'asyir enggan menandatangani surat pernyataan setia kepada NKRI.

Presiden menjelaskan pemerintah terus mengkaji tentang pembebasan bersyarat bagi Ba'asyir tersebut. "Apalagi, ini situasi yang 'basic'. Setia kepada NKRI, setia kepada Pancasila, sesuatu yang 'basic'," ujar Presiden.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini