Jokowi: Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Bersyarat Bukan Murni

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Selasa 22 Januari 2019 16:19 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 22 337 2007878 jokowi-pembebasan-abu-bakar-ba-asyir-bersyarat-bukan-murni-qvYZi4hdRE.jpg Presiden Joko Widodo. Foto: Okezone/Fakhrizal Fakhri

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan pembebasan Abu Bakar Ba'asyir murni atas pertimbangan kemanusiaan karena faktor kesehatan dan usia narapidana terorisme itu yang telah sepuh. Ba’asyir saat ini berusia 81 tahun.

Jokowi menegaskan, pemerintah tidak mungkin akan menabrak aturan dan mekanisme hukum yang berlaku terkait rencana pemerintah yang akan memberikan pembebasan bersyarat kepada pimpinan Majelis Mujahid Indonesia (MMI) itu.

"Itulah yang saya sampaikan secara kemanusiaan, tetapi kita ini juga ada sistem hukum. Ada mekanisme hukum yang harus kita lalui. Ini namanya pembebasan bersyarat. Bukan pembebasan murni, pembebasan bersyarat," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Baca: Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Dikaji Ulang, Fadli Zon: Masak Menko Polhukam Koreksi Presiden? 

Baca: Faktor Agama yang Kuat Buat Abu Bakar Ba'asyir Tolak Setia pada Pancasila

Dia memastikan, Abu Bakar Ba'asyir harus terlebih dahulu memenuhi persyaratan pembebasan bersyarat seperti setia terhadap Pancasila, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Syaratnya harus dipenuhi. Kalau enggak, kan saya nggak mungkin nabrak. Contoh setia pada NKRI, setia pada Pancasila. Itu basic (dasar-red) sekali itu. Sangat prinsip sekali," jelasnya.

Foto/Okezone 

Kepala Negara melanjutkan, saat ini Menko Polhukam Wiranto tengah mengkaji apakah Abu Bakar Ba'asyir telah menenuhi persyaratan untuk diberikan pembebasan bersyarat tersebut.

"Termasuk juga pada keluarga besar Ustaz Abu Bakar Ba'asyir," pungkasnya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini