Australia Keberatan Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir, Ini Tanggapan Wapres JK

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 22 Januari 2019 16:09 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 22 337 2007868 australia-keberatan-pembebasan-abu-bakar-ba-asyir-ini-tanggapan-wapres-jk-5s3tZXyUox.jpg Wapres JK. (Foto: Fahreza R/Okezone)

JAKARTA - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) menyatakan, Indonesia tidak ambil pusing dengan keberatan pemerintah Australia terkait rencana pembebasan terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Ba'asyir.

"Kita tidak mempertimbangkan keberatan atau tidak keberatannya negara lain," ucap JK di Kantor Wapres, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (22/1/2019).

JK malahan ‘menyindir’ sikap Australia yang tak memperhatikan protes Indonesia terkait pemindahan kedutaan mereka ke Yerusalem. Berkaca dari itu, kata JK, Indonesia tak memerluka pertimbangan negara lain terkait pembebasan Ba’asyir.

Rencana pembebasan Ba'asyir didasarkan pada aspek kemanusiaan. Saat ini sedang dikaji aspek hukum pembebasan tersebut agar tak ada regulasi yang dilanggar.

(Baca juga: PM Morrison Minta Indonesia Hormati Australia dalam Masalah Pembebasan Ba'asyir)

"Sekarang ini harus dikaji aspek-aspek hukumnya dan ketersediaan Beliau (Ba’asyir) untuk memenuhi syarat-syarat yang ditentukan. Seperti taat pada NKRI. Itu syarat yang biasa-biasa saja sebetulnya," kata dia.

Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Bentuk Simpati Pemerintah terhadap Ulama

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pembebasan tanpa syarat kepada Ba'asyir. Namun belakangan Menko Polhukam Wiranto menyebut pembebasan tersebut mesti dikaji lebih dalam.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison meminta Pemerintah Indonesia menghormati Australia dalam mengatur pembebasan orang yang diyakini sebagai dalang dari serangan Bom Bali tersebut.

Morrison mengatakan, dia dan pemerintah federal Australia telah melakukan kontak langsung dengan pemerintah Indonesia terkait pembebasan Ba’asyir.

"Warga Australia tewas dengan mengerikan pada malam itu, dan saya pikir warga Australia di mana pun akan mengharapkan bahwa masalah ini diperlakukan dengan sangat serius oleh pemerintah kita, dan itulah yang dilakukan," kata Morrison.

"Tetapi juga bahwa pemerintah Indonesia akan sangat menghormati Australia dalam cara mereka mengelola masalah ini," lanjutnya sebagaimana dilansir SBS News, Selasa (22/1).

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini