Eni Saragih Anggap Uang dari Pengusaha Johannes Kotjo untuk Munaslub Golkar Halal

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 22 Januari 2019 14:26 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 22 337 2007814 eni-saragih-anggap-uang-dari-pengusaha-johannes-kotjo-untuk-munaslub-golkar-halal-px71ZMCK0i.jpg Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Saragih, saat menjalani pemeriksaan terdakwa suap proyek PLTU Riau-1 di Pengadilan Tipikor, Jakpus. (Foto : Arie Dwi Satrio/Okezone)

JAKARTA – Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih menganggap uang bantuan yang diterimanya dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johanes Budisutrisno Kotjo, untuk Musyawarah Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar merupakan halal.

Diketahui, Eni selaku Bendahara Munaslub Partai Golkar memang meminta secara langsung bantuan kepada Johanes Kotjo untuk Munaslub Golkar. Menurut Eni, bantuan dari pengusaha untuk Munaslub Golkar hal yang wajar.

"Bagi saya, pengusaha menyumbang buat partai, apalagi dari sesuatu yang halal ya tidak ada masalah," kata Eni saat menjalani pemeriksaan terdakwa perkara dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-1, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (22/1/2019).

Eni menjelaskan, sejak awal Kotjo memang telah memberitahu akan memberikan ‎uang atau jatah kepada dirinya terkait proyek PLTU Riau-1. Eni akan mendapat bagian dari agen fee sebesar 2,5 juta dollar Amerika Serikat yang diterima Kotjo dari investor China.

Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Saragih saat menjalani pemeriksaan terdakwa perkara dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-1, di Pengadilan Tipikor, Jakpus. (Arie Dwi Satrio/Okezone)

"Pak Kotjo bilang, dia dapat 2,5 persen dan ini halal. Saya tanya kenapa halal? Dia bilang saya dapatkan agen fee dan bayar pajak," kata Eni.

Sebelumnya, Eni Saragih didakwa menerima gratifikasi berupa uang sebesar Rp5.600.000.000 dan SGD40.000 dari beberapa direktur dan pemilik perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas (migas).

(Baca Juga : Eni Saragih Akui Setnov Perkenalkan Anaknya untuk Bantu Proyek PLTU Riau-1)

Selain gratifikasi, Eni Maulani Saragih didakwa menerima suap sebesar Rp4.750.000.000 secara bertahap dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo. Uang tersebut diduga berkaitan dengan proyek pembangunan mulut tambang PLTU Riau-1.

Uang itu sengaja diberikan Kotjo kepada Eni untuk mendapatkan proyek Independent Power Produce (IPP) PLTU mulut tambang Riau-1 antara PT pembangkitan Jawa-Bali Investasi (PJBI) dengan Blackgold Natural Resources Limited dan China Huadian Engineering Company Limited (CHEC).

(Baca Juga :  Setnov Ngotot Minta ke Sofyan Basir Proyek PLN di Jawa)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini