Setnov Ngotot Minta ke Sofyan Basir Proyek PLN di Jawa

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 22 Januari 2019 13:05 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 22 337 2007770 setnov-ngotot-minta-ke-sofyan-basir-proyek-pln-di-jawa-1wx1gpTk7f.jpg Foto Istimewa

JAKARTA - ‎Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih mengungkapkan, mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto (Setnov) bersikeras menginginkan proyek PLN di Jawa sejak awal adanya pertemuan dengan Dirut PLN, Sofyan Basir.

Permintaan Setnov untuk mendapatkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap ‎(PLTGU) Jawa 3 kerap dibicarakannya saat bertemu dengan Eni Saragih. Eni mengaku kerap diminta oleh Setnov untuk memuluskan langkahnya mendapatkan proyek di Jawa ke Sofyan Basir.

"Waktu itu Pak Setya Novanto meminta saya, terus terang Pak Novanto tetap mau meminta Jawa 3, proyek di Jawa 3," ungkap Eni saat diperiksa sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (22/1/2019).

 (Baca juga: Eni Saragih Akui Setnov Perkenalkan Anaknya untuk Bantu Proyek PLTU Riau-1)

set

Menurut Eni, dirinya sudah pernah menyampaikan keinginan Setnov tersebut ke Sofyan Basir. Namun, Eni sudah mengetahui bahwa seluruh proyek PLN di Jawa sudah penuh.

"Saya mungkin juga pernah menyampaikan juga itu ke Pak Sofyan Basir, saya sampaikan juga ke Pak Sofyan, dan saya sudah ketahui bahwa proyek di Jawa sudah penuh," terangnya.

Untuk menguatkan bahwa proyek di Jawa sudah penuh, Eni juga pernah mengajak Sofyan Basir ke rumah Setnov. Hal itu, untuk memastikan Setnov bahwa proyek PLN di Jawa sudah penuh.

"Ya untuk meyakinkan jawaban itu, saya minta Pak Sofyan Basir ke rumah Pak Setya Novanto, karena Pak Setya Novanto juga yang menginginkan itu," bebernya.

 (Baca juga: Bos PT Isargas Sebut Eni Saragih Pernah Minta Uang Syukuran Kemenangan Suaminya)

se

Sebelumnya, Eni Saragih didakwa menerima gratifikasi berupa uang sebesar Rp5.600.000.000 dan SGD40.000 dari beberapa direktur dan pemilik perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas (migas).

Selain gratifikasi, Eni Maulani Saragih juga didakwa menerima suap sebesar Rp4.750.000.000 secara bertahap dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo. Uang tersebut diduga berkaitan dengan proyek pembangunan mulut tambang PLTU Riau-1.

Uang itu sengaja diberikan Kotjo kepada Eni untuk mendapatkan proyek Independent Power Produce (IPP) PLTU mulut tambang Riau-1 antara PT pembangkitan Jawa-Bali Investasi (PJBI) dengan Blackgold Natural Resources Limited dan China Huadian Engineering Company Limited (CHEC).

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini