Share

Laporan Final Black Box Lion Air Ditargetkan Rampung Agustus 2019

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Senin 21 Januari 2019 20:45 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 21 337 2007508 laporan-final-black-box-lion-air-ditargetkan-rampung-agustus-2019-VngPuPQVlN.jpeg Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono menargetkan, laporan final soal black box berisi cockpit voice recorder (CVR) Pesawat Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT 610 rampung pada Agustus 2019. 

Ia mengatakan, saat ini KNKT masih mentranskrip CVR yang berisi rekaman percakapan awak pesawat dengan Air Traffic Control (ATC) atau pusat kendali yang ada di darat itu.

"Mudah-mudahan medio ketiga dari Agustus kita harapkan sudah bisa (selesai)," ujar Soerjanto di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Senin (21/1/2019).

(Baca Juga: KNKT Mulai Transkip Data Black Box & CVR Lion Air JT 610)

Menurut Soerjanto, KNKT tengah berusaha mempercepat penyelesaian laporan soal CVR terasebut. Ia melanjutkan, rekaman dalam CVR berdurasi dua jam. 

Kotak Hitam Lion Air

Meski demikian, lanjut Soerjanto, KNKT hanya akan memasukkan hal-hal yang berkaitan dengan jatuhnya pesawat ke dalam laporan resmi KNKT.

"Kalau yang tidak berkaitan, kita enggak taruh di-report. Yang berkaitan dengan masalah kecelakaan, ya, kita taruh di report," kata dia.

Ia menambahkan, laporan yang KNKT susun membutuhkan waktu yang cukup lama lantaran adanya sejumlah analisis. Selain itu, data CVR juga harus dianalisis berdasarkan data black box yang berisi flight data recorder (FDR).

(Baca Juga: 8 Fakta Penemuan CVR Lion Air JT-610, dari Suara 'Ping' hingga Harapan Jokowi)

KNKT juga akan melibatkan Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) Amerika Serikat dan perusahaan Boeing dalam melakukan tes dan analisis itu.

"Kan menganalisa data FDR-nya, CVR-nya, kenapa begini, bagaimana training-nya, bagaimana human factors-nya, terus kita konfirmasi ke pabriknya, Boeing. Masih banyak yang perlu kita konfirmasi," ucap Soerjanto.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini