Ini Alasan Polisi Tak Tahan Penyebar Hoaks Ijazah Jokowi

Puteranegara Batubara, Okezone · Minggu 20 Januari 2019 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 20 337 2006935 ini-alasan-polisi-tak-tahan-penyebar-hoaks-ijazah-jokowi-BgvVOlLrU1.jpg Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prastyo. Foto: Okezone/Puteranegara

JAKARTA - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri telah menangkap tersangka penyebaran hoaks ijazah Presiden Joko Widodo. Namun polisi tidak melakukan penahanan terhadap tersangka.

"Tersangka sudah ditangkap, namun tidak dilakukan penahanan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Minggu (20/1/2019).

Dedi menjelaskan, penahanan terhadap tersangka merupakan kebijakan dan penilaian subjektif penyidik. Beberapa faktor yang bisa menjadi pertimbangan antara lain, tersangka kooperatif, tidak menghilangkan barang bukti, tidak berusaha melarikan diri, dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya.

Foto/Ist

Meski begitu, salah satu alasan tidak dilakukannya penahanan adalah karena ancaman hukumannya di bawah dua tahun. Dalam kasus ini, UKH disangka melanggar Pasal 14 ayat 2 dan Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 207 KUHP.

"Ancamannya 2 tahun (penjara), jadi tidak ditahan, itu kalau dari perspektif alasan yuridisnya," tutur Dedi.

Baca: Berapa Jumlah Hoaks & Ujaran Kebencian dari 2017-2018? Berikut Datanya

Baca: Banyak Hoaks di Media Sosial, Polri Minta Masyarakat Mencari Informasi dari Media Konvensional

Dedi mengungkapkan bahwa fotocopy ijazah Jokowi yang diunggah pelaku di akun Facebooknya adalah asli.

"Ijazahnya Pak Jokowi adalah asli sesuai penjelasan dari sekolah. Yang bersangkutan sengaja menyebarkan berita hoaks dengan menggunakan akun Facebooknya," tutup Dedi.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini