nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bantah Sadapan KPK, Lucas: Suara Barack Obama dan Vladimir Putin Juga Bisa Ditiru

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Jum'at 18 Januari 2019 04:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 18 337 2006039 bantah-sadapan-kpk-lucas-suara-barack-obama-dan-vladimir-putin-juga-bisa-ditiru-uc4dd4KOcv.jpg Lucas (Putera/Okezone)

JAKARTA – Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menampilkan rekaman sadapan diduga suara percakapan Lucas dengan Eddy Sindoro (ESI) di sidang lanjutan kasus merintangi penyidikan suap PN Jakarta Pusat. Terdakwa Lucas membantah itu suaranya.

Lucas yang merupakan pengacara mengaku tak pernah berkomunikasi dengan Eddy Sindoro.

"Tadi JPU menampilkan contoh rekaman suara. Kemudian, dibantah oleh Eddy Sindoro. Dikatakan itu bukan suara Eddy Sindoro. Kemudian, ada lagi rekaman diperdengarkan kepada Oscar, dia tidak yakin," kata Lucas usai sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (17/1/2019).

Tak hanya itu, untuk membantah bukti yang dimiliki oleh JPU KPK, Lucas menampilkan cuplikan video yang berisikan dari mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang dipalsukan.

Menurutnya, dengan adanya hal tersebut rekaman suara bisa dimanipulasi dan dipalsukan oleh orang tak bertanggung jawab. Sehingga, dia membantah rekaman suara yang ditampilkan JPU KPK adalah dirinya.

"Saya memberikan contoh kepada Majelis Hakim, JPU, semua peserta sidang bisa menilai bahwa presiden Obama di AS bisa ditiru dibuat mirip dan sama. Bukan hanya Obama, Vladimir Putin," ucap Lucas.

"Jadi ini bukan hanya suara, pak. Intonasi, gerakan mulut, persis sama, padahal Obama tidak pernah ngomong," tambah Lucas.

Lucas sedianya didakwa bersama-sama dengan Dina Soraya telah merintangi penyidikan mantan petinggi Lippo Group Eddy Sindoro. Lucas diduga menyarankan Eddy Sindoro selaku tersangka untuk tidak kembali ke Indonesia.

Jaksa KPK juga mendakwa Lucas membantu Eddy Sindoro masuk dan keluar wilayah Indonesia tanpa pemeriksaan imigrasi. Hal itu dilakukan untuk menghindari tindakan hukum KPK terhadap Eddy Sindoro.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini