8 Fakta Penemuan CVR Lion Air JT-610, dari Suara 'Ping' hingga Harapan Jokowi

Neneng Hasanah, Okezone · Selasa 15 Januari 2019 13:57 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 15 337 2004720 8-fakta-penemuan-cvr-lion-air-jt-610-dari-suara-ping-hingga-harapan-jokowi-nkQqDSVP7g.jpg Kotak Hitam Bagian CVR Pesawat Lion Air JT-610 yang Jatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat (foto: Fadel Prayoga/Okezone)

JAKARTA – Penyebab jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pada 29 Oktober 2018 lalu masih misterius. Berbagai upaya pun terus dilakukan untuk mengungkap penyebab tragedi yang merenggut nyawa sekira 186 orang tersebut.

Pencarian kotak hitam (black box) pun dilakukan karena dipercaya dapat membantu investigasi jatuhnya pesawat dengan rute penerbangan Jakarta-Pangkalpinang.

(Baca juga: CVR Ditemukan, Melihat Kembali Tragedi Lion Air PK-LQP) 

Tim SAR sebelumnya berhasil menemukan kotak hitam bagian flight data recorder (FDR) di kedalaman 30 meter. Selang dua setengah bulan, tepatnya 14 Januari 2019 pukul 19.10 WIB, kotak hitam bagian cockpit voice recorder (CVR) akhirnya ditemukan.

 

Okezone pun merangkum 8 fakta terkait penemuan CVR yang dihimpun, pada Selasa (15/1/2019):

1. Suara Ping! Jadi Awal Proses Pencarian

Proses pencarian CVR berawal dari diperolehnya suara 'ping' atau sinyal CVR yang masih terdengar setelah 73 hari tragedi jatuhnya pesawat. Kemudian, tim gabungan yang terdiri dari Pusat Hidrogafi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal), Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Komando Pasukan Katak (Kopaska), dan Dinas Penyelam Bawah Air (Dislambair) melakukan pencarian dengan metode circle, yakni memutari titik sinyal CVR tersebut.

Alhasil, CVR pun ditemukan setelah 7 hari melakukan penyelaman.

2. Ditemukan di Timbunan Lumpur

Kepala Dinas Penerangan Koarmada I, Letkol Agung Nugroho menjelaskan, CVR ditemukan 8 meter di timbunan lumpur yang ada di dalam laut. Sementara itu, ke dalaman laut mencapai 30 meter. Letaknya yang berada di dalam lumpur mengakibatkan CVR lebih sulit ditemukan daripada FDR.

Penyerahan CVR Lion Air JT 610 ke KNKT 

3. Berjarak 50 meter dari lokasi penemuan FDR

Menurut Pushidrosal, lokasi penemuan CVR berjarak 50 meter dari tempat penemuan FDR. Tepatnya berada di titik koordinat 05 48 46,503 S - 107 07 36,728 T.

4. CVR Sempat Dianggap Puing Pesawat

Serda Ttg Satria Margono, sosok penyelam TNI yang bertugas di Dislambair berhasil menemukan CVR di timbunan lumpur. Ia pun mengira benda berwarna oranye yang ditemuinya saat itu merupakan bagian puing pesawat yang belum terangkut. Namun, setelah dicek ternyata itu adalah benda yang selama ini dicari-cari, yakni CVR.

CVR Lion Air JT 610 Akan Diinvestigasi Lebih Lanjut 

5. TNI AL Dislambair Diliburkan

Setelah Prajut TNI AL yang berasal dari Dislambair berhasil menemukan CVR, Panglima Koarmada I (Pangkoarmada) Laksamana Muda TNI Yudo Margono memberikan apresiasi kepada 25 prajuritnya tersebut berupa libur bekerja selama dua minggu.

“Karena tadi kalian sudah mengerjakan dinas yang luar biasa, selama tujuh hari bekerja, siang dan malam di tengah laut, maka kalian akan mendapatkan libur selama dua minggu," tutur Yudo di Posko JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

6. Harapan Jokowi terkait Penemuan CVR

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap penemuan CVR Lion Air menjadi titik terang penyebab jatuhnya pesawat berlogo singa tersebut. Ia pun mengapresiasi tim penyelam yang teah berhasil menemukan CVR.

"Kita bisa membuka, bisa terang benderang nanti kalau ini sudah ditemukan. Ini nanti akan lebih memperjelas kecelakaan pesawat yang kemarin," ungkap Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Senin 14 Januari 2019.

CVR Lion Air JT 610 Akan Diinvestigasi Lebih Lanjut

(Baca Juga: CVR Lion Air Ditemukan: Laporan Awal dalam Sebulan, Keluarga Lega) 

7. Keluarga Korban Merasa Lega

Penemuan CVR ini disambut lega oleh Murtado Kurniawan dan Vini Wulandari, dua di antara keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610.

"Semoga CVR-nya tidak rusak, bisa diundah data yang ada di dalamnya. Agar bisa segera dianalisis apa penyebab jatuhnya pesawat. Agar bisa diambil pelajaran, ke depan kita bisa mencegah insiden ini," ujar Murtado.

Hal serupa juga diharapkan oleh Vini. Ia juga berharap agar jatuhnya Lion Air menjadi yang terakhir di Indonesia.

8. Laporan CVR Akan Diumumkan KNKT dalam Waktu Sebulan

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono mengungkapkan, laporan awal analisis data CVR akan dikeluarkan dalam kurun waktu satu bulan. Ia pun berharap agar laporan tersebut tidak sampai satu tahun sehingga dapat segera diketahui penyebab kecelakaan itu.

"Laporan awal itu sesuai dengan aturan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) dan peraturan perundang-undangan kita, itu satu bulan. Setelah itu, kami akan mengeluarkan rilis kalau sudah menjadi laporan akhir," jelas Soerjanto.

Penyerahan CVR Lion Air JT 610 ke KNKT

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini