nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Serda Satria di Balik Penemuan CVR Lion Air PK-LQP

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 14 Januari 2019 21:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 14 337 2004436 cerita-serda-satria-di-balik-penemuan-cvr-lion-air-pk-lqp-G4FMFCgW46.jpg Serda Satria Margono, penemu CVR Lion Air PK-LQP (Foto: Fadel Prayoga)

JAKARTA - Senyum semringah terpancar dari wajah Serda Ttg Satria Margono (32) saat ditemui di atas Kapal Spica, Senin (14/1/2019). Prajurit TNI AL itu salah satu penyelam yang berhasil menemukan CVR Pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

Pria yang bertugas di Dinas Penyelamatan Bawah Air Komando Armada RI (Dislambair) itu menceritakan, bagaimana dirinya bisa mendapatkan benda berwarna oranye tersebut. Banyak kendala yang harus dilewati, seperti jarak pandang yang membuatnya harus meraba-raba dasar laut.

(Baca Juga: CVR Ditemukan, Melihat Kembali Tragedi Lion Air PK-LQP)

Semua benda yang warnanya serupa dengan CVR yakni oranye selalu diangkut. Hingga akhirnya saat mengangkat CVR, bahkan ia awalnya tak tahu kalau itu adalah benda yang dicari-cari. Satria mengira itu hanyalah bagian puing pesawat yang belum terangkut.

"Nah, setiap warna oranye kita angkat aja. Ternyata itu CVR," kata dia.

CVR Lion Air PK-LQP

Menurut Satria, keberhasilan menemukan CVR berkat kerja keras seluruh tim gabungan, yang di dalamnya ada dari Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL Pushidrosal), Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Komando Pasukan Katak (Kopaska), dan Dislambair.

Apabila tidak ada kerja sama dari keempat tim itu, lanjut dia, tak akan mungkin CVR ditemukan dalam waktu yang relatif cukup cepat, yakni tujuh hari. Bersama tiga penyelam dari Dislambair, ia menemukan CVR di kedalaman 30 meter.

"Itu kan dari titik yang ditemukan itu, kami menemukan kaya serpihan gitu, kami ambil. Ternyata dapat CVR itu," ujarnya.

(Baca Juga: CVR Ditemukan, Jokowi Harap Penyebab Jatuhnya Lion Air PK-LQP Terungkap)

Teknik yang dilakukan tim gabungan dengan cara metode circle. Ia menceritakan, pola kerja dari teknik itu dengan cara memutari titik sinyal CVR. Para penyelam mencari di sana dengan memakai titik koordinat yang telah ditentukan KNKT. Akhirnya ditemukan benda yang selama ini dicari berada di dalam lumpur sedalam 20 cm.

"Kami meneruskan kegiatan penyelaman di tempat kemarin itu secara circle. Mutar di titik kemarin itu," ucapnya.

CVR Lion Air PK-LQP

Satria menuturkan, untuk bisa menemukan CVR ia dan para penyelam lain sebelumnya istirahat yang cukup dan tiap pagi melakukan latihan fisik agar kuat dalam melakukan penyelaman. Sampai akhirnya pagi ini, dirinyalah yang jadi penyelam penemu CVR.

"Kondisinya (CVR) baik. Yang jelas baterai ULB-nya sidah tidak ada," kata Satria mengakhiri cerita.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini