nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

CVR Ditemukan, Melihat Kembali Tragedi Lion Air PK-LQP

Athallah Muti, Jurnalis · Senin 14 Januari 2019 19:54 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 14 337 2004406 cvr-ditemukan-melihat-kembali-tragedi-lion-air-pk-lqp-Ddo4Bbi6xA.jpeg Tim SAR mengevakuasi korban Lion Air PK-LQP di Tanjung Priok, Jakarta (Okezone)

JAKARTA - Kotak hitam (black box) jenis Cockpit Voice Recorder (CVR) milik Pesawat Lion Air PK-LQP akhirnya ditemukan, setelah dua bulan lebih dicari. Penemuan itu diharapkan bisa cepat terungkap penyebab tragedi jatuhnya Lion Air, pada Senin 29 Oktober 2018 pagi.

CVR ditemukan oleh tim penyelam dari Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan Dinas Penyelam Bawah Air (Dislambair) I Koarmabar di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (14/1/2019).

“Ketemu pukul 09.10 WIB,” kata Kepala Dinas Penerangan Koarmabar I TNI Angkatan Laut (AL), Letkol Laut (P) Agung Nugroho.

Dengan ditemukannya CVR, maka sudah dua kotak hitam Lion Air dikantongi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Sebelumnya black box jenis Flight Data Recorder (FDR) lebih dulu ditemukan pada Kamis 1 November 2018.

FDR adalah rekaman penerbangan kecepatan, arah hingga ketinggian. Sedangkan CVR alat yang merekam suara komunikasi di dalam kokpit baik antara pilot dengan petugas menara pengawas, pilot dengan co-pilot, hingga pilot dengan awak kabin.

CVR Lion Air (Pushidrosal)

Dua kotak hitam ini saling dibutuhkan untuk mengungkap kecelakaan pesawat.

FDR dan CVR harusnya satu kesatuan, tapi dalam kasus jatuhnya Lion Air PK-LQP, kedua kotak ini terpisah. CVR ditemukan berjarak 10 meter dari lokasi temuan FDR.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono menduga FDR dan CVR terpisah akibat benturan keras saat jatuhnya pesawat tersebut.

Sebagaimana diketahui, Lion Air PK-LQP dengan kode penerbangan JT 610 jatuh di perairan Tanjung Karawang, 29 Oktober 2018.

Pesawat itu lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang pukul 06.20 WIB dengan tujuan Pangkalpinang, Bangka Belitung. Setelah 13 menit take off, pesawat hilang kontak.

Pilot sempat berkomunikasi dengan petugas menara pengawas minta kembali ke bandara karena ada gangguan mesin. Sudah diizinkan kembali, tapi maskapai jenis Boeing B737-8 itu keburu jatuh di perairan Tanjung Karawang.

Evakuasi korban Lion Air (Okezone)

Pencarian besar-besaran melibatkan berbagai instansi dilakukan. Satu-satu potongan tubuh korban dan puing-puing pesawat ditemukan. Berbagai negara mengirimkan pesan duka cita untuk Indonesia.

Sebanyak 179 penumpang dewasa, satu anak-anak, dua bayi, serta tujuh kru pesawat tewas. Jenazah ditemukan tak ada yang utuh. Hanya 125 jasad teridentifikasi, selebihnya tidak.

Setelah berhari-hari dicari, tim SAR gabungan menemukan badan Lion Air di kedalaman 30 sampai 35 meter.

KNKT masih terus menyidik penyebab jatuhnya Lion Air tersebut. Sebelumnya KNKT mengungkapkan fakta jatuhnya pesawat tersebut.

Menurut KNKT, pesawat tersebut sudah mengalami masalah saat penerbangan dari Denpasar-Jakarta sehari sebelum jatuh di Karawang. Tapi, saat itu berhasil mendarat dengan selamat.

Saat tebang dari Soetta ke Pangkalpinang, di atas perairan Karawang, Lion Air diduga kuat mengalami masalah internal, gagal mengangkat badannya hingga jatuh. Pesawat hancur akibat terbentur dengan air.

Presiden Direktur Lion Air, Edward Sirait, mengklarifikasi KNKT. Menurutnya Lion Air tersebut laik terbang. "Pesawatnya layak terbang," katanya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap dengan ditemukannya CVR Lion Air pagi tadi, maka penyebab jatuhnya pesawat itu bisa segera terungkap. “Ini nanti akan lebih memperjelas kecelakaaan pesawat yang kemarin. Ini terjadi disebabkan oleh apa?" katanya.

 

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini