nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

CVR dan FDR Lion Air PK-LQP Sudah Ditemukan, Simak Fungsinya

Isal Faisal, Jurnalis · Senin 14 Januari 2019 17:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 14 337 2004318 cvr-dan-fdr-lion-air-pk-lqp-sudah-ditemukan-simak-fungsinya-1mREGZHTtm.jfif CVR Lion Air PK-LQP ditemukan pada Senin pagi ini. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT610 jatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat, pada 29 Oktober 2018. Kecelakaan yang menewaskan 189 orang, termasuk penumpang dan kru, ini masih belum diketahui pasti penyebabnya.

Guna mengungkap penyebab jatuhnya Lion Air PK-LQP, diperlukan data-data dari kotak hitam yang berada di dalam pesawat. Perangkat tersebut terdiri dari dua jenis, yakni flight data recorder (FDR) dan cockpit voice recorder (CVR).

FDR sendiri telah ditemukan pada Kamis 1 November 2018 di kedalaman 30 meter permukaan laut kawasan Tanjung Karawang. FDR ditemukan oleh salah satu anggota Taifib Marinir bernama Sertu Hendra.

Berselang dua bulan atau hari ini, Senin 14 Januari 2019, Serda Ttg Satria Margono dari Tim Penyelam TNI Angkatan Laut menemukan kotak hitam jenis CVR. Perangkat ini ditemukan di titik koordinat 05 48 46,503 S - 107 07 36,728 T.

Melalui penemuan kedua ini, kotak hitam milik pesawat Lion Air PK-LQP sudah lengkap. Tapi perlu diketahui, FDR dan CVR memiliki fungsi berbeda. Berikut ini Okezone jelaskan fungsinya masing-masing, Senin (14/1/2019).

Flight Data Recorder (FDR)

FDR berfungsi menyimpan seluruh rekaman data penerbangan. Alat ini mampu merekam hingga 30 jam. FDR dapat memantau dari posisi lepas landas hingga mode autopilot atau bahkan alarm kebakaran.

Data yang diambil FDR juga berfungsi membuat sebuah rekonstruksi video animasi komputer dari suatu penerbangan. Selain itu, ada beberapa FDR yang dapat merekam lebih dari 1.000 karakteristik dalam penerbangan lainnya yang dapat membantu penyelidikan.

Cockpit Voice Recorder (CVR)

CVR merupakan bagian kotak hitam yang memiliki fungsi percakapan antara awak pesawat dan suara lain dalam kokpit. Mikrofon di area kokpit biasanya terletak di panel atas antara pilot dan kopilot. CVR sendiri terbuat dari material titanium atau baja tahan karat berlapis sehingga mampu bertahan di suhu tinggi hingga 1.000 derajat celsius. Selain itu, CVR juga mampu menahan tekanan hingga 2 ton.

Tidak hanya percakapan, CVR juga merekam berbagai suara yang ada di dalam kokpit, seperti suara pembicaraan pilot dan kopilot, pilot dengan kru pesawat, mesin, peringatan bahaya, dan bunyi lain. Dari semua suara terekam itulah yang nantinya digunakan oleh tim penyidik untuk menentukan apa penyebab terjadinya kecelekaaan pesawat.

CVR Lion Air PK-LQP. (Foto: Pushidrosal)

CVR sendiri memiliki fitur underwater locater beacon (ULB) yang dapat memancarkan sinyal "Ping" dan mampu bekerja di kedalaman 6.000 meter selama tiga bulan. Sementara untuk rekamannya sendiri hanya mampu bertahan dua bulan.

Di dalam data CVR sendiri sifatnya sensitif sehingga ketika akan membukanya harus dilakukan oleh ahlinya. Untuk membukanya dilakukan oleh National Transportation Safety Board (NTSBA), Federal Aviation Administration (FAA), operator pesawat, pembuat pesawat, pembuat mesin, dan persatuan pilot.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini