nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hakim Merry Purba Didakwa Terima Suap 150 Ribu Dolar Singapura dari Pengusaha

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 14 Januari 2019 16:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 14 337 2004260 hakim-merry-purba-didakwa-terima-suap-150-ribu-dolar-singapura-dari-pengusaha-gaDDtlQNF7.jpg Hakim Tipikor Nonaktif PN Medan, Merry Purba di KPK (foto: Arie/Okezone)

JAKARTA ‎- Hakim non-aktif pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan, Merry Purba didakwa telah menerima suap 150.000 Dolar Singapura dari pengusaha Tamin Sukardi. Uang tersebut diterima Merry melalui panitera pengganti, Helpandi.

Sebagaimana hal tersebut diungkapkan Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Herudin ‎saat membacakan surat dakwaan untuk Merry Purba di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.

(Baca Juga: Hakim Merry Purba Bantah Terima Uang Suap, KPK: Sampaikan Saja ke Penyidik) 

"Terdakwa (Merry Purba) melakukan atau turut serta melakukan, menerima hadiah berupa uang sebesar 150.000 dollar Singapura," ujar Jaksa Herudin, Senin (14/1/2019).

Hakim Merry Purba. (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone) Hakim Merry Purba. (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone) 

Menurut jaksa, pemberian uang tersebut diduga untuk memuluskan putusan perkara yang sedang ditangani oleh Merry Purba. Perkara tersebut yakni, dugaan korupsi terkait pengalihan tanah negara atau milik PTPN II Tanjung Morawa di Pasar IV Desa Helvetia, di Deli Serdang, Sumatera Utara, dengan terdakwa Tamin Sukardi.

Jaksa mengungkapkan bahwa total uang yang diserahkan Tamin kepada Helpandi sebesar 280.000 Dollar Singapura. Diduga, jatah untuk Mery Purba senilai 150.000 Dollar Singapura.

"Dimana jumlah keseluruhan yang diterima Helpandi sebanyak SGD280.000," terangnya.

Jaksa menjelaskan, awalnya dalam sidang putusan pada 27 Agustus 2018, hakim Wahyu Prasetyo Wibowo dan hakim Sontan Merauke Sinaga menyatakan Tamin terbukti bersalah melakukan korupsi. Tamin dihukum 6 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan.

(Baca Juga: Hukuman Diperberat, Keluarga Nilai Vonis Tamin Sukardi Tak Adil) 

Selain itu, Tamin dihukum membayar uang pengganti Rp132,4 miliar. Namun, hakim Merry Purba menyatakan dissenting opinion atau berbeda pendapat dengan putusan tersebut. Menurut Merry, dakwaan jaksa tidak terbukti.

Atas perbuatannya, Merry Purba dan Helpandi didakwa melanggar Pasal 12‎ huruf c dan a atau Pasal 11 Juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini