nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peristiwa 14 Januari: Serangan Bom di Thamrin Gemparkan Indonesia

Gimas Siskamayanti, Jurnalis · Senin 14 Januari 2019 08:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 14 337 2003997 peristiwa-14-januari-serangan-bom-di-thamrin-gemparkan-indonesia-8eiVzBSWhB.jpg Bom Thamrin. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sederet peristiwa penting terjadi pada 14 Januari. Salah satunya adalah serangan teror di Jalan MH. Thamrin pada 2016. Ledakan bom menewaskan 8 orang, baik sipil maupun polisi. Kejadian itu pun jadi catatan kelam bangsa Indonesia.

Berikut Okezone rangkum sejumlah peristiwa lainnya yang terjadi pada 14 Januari, dilansir dari Wikipedia.org , Senin (14/1/2019):

1. Bom Thamrin

Sejumlah ledakan menggema di kawasan Jalan MH. Thamrin. Ledakan bom itu menewaskan 8 orang, baik sipil maupun polisi. Bukan hanya bom, tetapi aksi baku tembak selama 11 menit antara polisi dan pelaku pun tak terelakkan. Pelaku teroris pun berhasil dilumpuhkan, 5 tewas di tempat.

(Baca juga: Menguak Fakta Baru Kasus Bom Thamrin Lewat Persidangan)

Hari itu, 14 Januari 2016 jadi catatan kelam bagi Indonesia, khususnya warga Ibu Kota. Rentetan ledakan dan tembakan itu memakan 34 orang korban.

Foto: Okezone

2. Presiden Pertama Yugoslavia

Josip Broz Tito merupakan presiden pertama Yugoslavia sekaligus seorang revolusioner komunis. Dia memimpin dari 14 Januari 1953 hingga 4 Mei 1980.

Tito terkenal di Yugoslavia dan dunia sebagai tokoh pemersatu yang berhasil mempertahankan keutuhan federasi Yugoslavia melalui berbagai kebijakannya.

Tak hanya itu, dia merupakan penggerak Gerakan Non-Blok bersama Presiden pertama Indonesia, Soekarno, Jawaharlal Nehru dari India dan Gamal Abdul Nasir dari Mesir.

3. Ratu Denmark Margrethe II

Sejak 14 Januari 1972, Margrethe II menjadi ratu pertama di Denmark yang dikenal sebagai kepala monarki Denmark dan juga pemimpin tertinggi Gereka Denmark. Sebelumnya, Ratu Denmark Margrete I berkuasa pada 1375–1412.

Peluangnya untuk menjadi Ratu Denmark dimulai saat ayahnya mengubah hukum pewarisan takhta Denmark lama yang hanya memperkenankan laki-laki yang duduk di takhta Denmark.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini