nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hasil Rakornas PDIP: Mendukung Pemilu, Perangi Kampanye Hitam dan Hoaks

Fahreza Rizky, Jurnalis · Jum'at 11 Januari 2019 13:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 11 337 2003054 hasil-rakornas-pdip-mendukung-pemilu-perangi-kampanye-hitam-dan-hoaks-rMIuC0MOKt.jpg Penutupan Rakornas PDIP di Kemayoran. (Foto: Fahreza Rizky/Okezone)

JAKARTA – Rapat Koordinasi Nasional sekaligus peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-46 PDIP resmi ditutup. Rakornas PDIP menelurkan 12 poin rekomendasi, salah satunya memerangi penyebaran hoaks dan fitnah dalam Pemilihan Umum 2019.

Poin-poin rekomendasi hasil rakornas tersebut dibacakan Ketua DPP PDIP Bidang Politik Puan Maharani. Pembacaan keputusan dan rekomendasi dilakukan di hadapan para peserta serta Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristiyanto.

"Rakornas mengajak semua peserta pemilu dan seluruh lapisan masyarakat Indonesia bersama-sama mendukung pelaksanaan Pemilu Serentak Tahun 2019 agar berjalan dengan aman dan damai serta bersama-sama menghindari dan memerangi segala bentuk kampanye hitam, berita bohong (hoaks), politik uang, fitnah, dan ujaran kebencian," ujar Puan di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (11/1/2019).

(Baca juga: Rakornas Ditutup, PDIP Instruksikan Kadernya Menangkan Jokowi-Ma'ruf)

"Karena itu dapat merusak dan mencederai demokrasi Indonesia serta dapat menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia," sambung Puan.

Ia menambahkan, rakornas juga menegaskan komitmen PDIP untuk mengikuti seluruh tahapan Pemilu Serentak 2019 sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kemudian menjunjung etika dan keadaban politik serta menjaga dan mengawal agar proses pemilu serentak berjalan dengan aman, damai, bebas, jujur, dan adil.

"Untuk itu, PDIP menegaskan dukungannya kepada seluruh penyelenggara pemilu (KPU, Bawaslu, DKPP) serta semua pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan Pemilu Serentak Tahun 2019," tutur Puan.

Dirinya melanjutkan, rakornas mendukung KPU dalam melaksanakan tugas-tugas penyelenggaraan pemilu secara profesional serta mendukung Bawaslu, kepolisian, dan kejaksaan untuk bertindak tegas terhadap segala bentuk pelanggaran, termasuk tindak pidana pemilu selama masa tahapan Pemilu Serentak 2019.

(Baca juga: Jokowi Minta Masyarakat Gotong Royong Perkuat Persatuan Indonesia)

Rakornas, sambung Puan, menegaskan Pemilu Serentak 2019 adalah salah satu cara praktik demokrasi yang telah disepakati menjadi sistem pemilihan presiden dan wakil presiden, anggota DPR RI, DPD RI, dan DPRD provinsi/kabupaten/kota.

"Hal tersebut telah diatur dalam sistem norma hukum, baik dalam UUD NKRI Tahun 1945 maupun peraturan perundang-undangan turunannya. Namun demikian, praktik demokrasi yang dipilih dan dijalani saat ini harus tetap menjaga esensi demokrasi Pancasila yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dan musyawarah mufakat, baik oleh peserta pemilu maupun masyarakat luas," terang Puan.

Sesaat sebelum rangkaian kegiatan ditutup, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri memberikan arahan khusu kepada ribuan kadernya yang hadir. Namun, pemberian arahan tersebut dilakukan secara tertutup.

Dalam kesempatan itu, turut hadir Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat, Seskab Pramono Anung, Menkumham Yasonna Laoly, Wasekjen DPP PDIP Eriko Sotarduga, Ketua DPD PDIP DKI Jakarta yang juga Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi, serta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini