nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PDIP Sebut Hoaks Surat Suara Sistematis dan Melibatkan Sponsor Pendanaan

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Jum'at 11 Januari 2019 08:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 11 337 2002877 pdip-sebut-hoaks-surat-suara-sistematis-dan-melibatkan-sponsor-pendanaan-FHhykuD56q.jpg Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno (foto: Sindonews)

JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno menyebut berita bohong atau Hoaks mengenai adanya tujuh kontainer berisikan surat suara yang sudah dicoblos, telah terstruktur dan mempunyai sponsor pendanaan untuk beroperasi.

Perkembangan kasus ini sendiri, Polri telah menangkap tersangka pembuat berita bohong itu. Bagus Bawana Putra disinyalir merupakan salah satu relawan dari Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 02.

Ini Dia Tersangka Kasus Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos

(Baca Juga: Pelaku Hoaks Surat Suara Ditangkap, Begini Komentar KPU) 

"Ulah beginian sudah mudah diduga. Ini rangkaian yang diduga cukup sistematis, melibatkan sponsor pendanaan yang tidak main-main, dan disebar pada momentum yang secara politis seksi," kata Hendrawan kepada Okezone, Jumat (11/1/2019).

Kendati begitu, Hendrawan menekankan telah menyerahkan sepenuhnya pengusutan perkara ini kepada Polri. Mengingat, hal ini adalah permasalahan serius dan bisa memecah belah bangsa.

"Biar kepolisian bekerja dulu. Dugaan banyak orang, orang mendesain dan sebar hoaks pasti bukan untuk iseng atau sakit jiwa. Ada usaha/investasi digital yang cukup serius. Ini yang layak digali/dibongkar," tutur Hendrawan.

(Baca Juga: Polri Diminta Ungkap Aktor Intelektual Hoax Surat Suara) 

Polisi sebelumnya menyebutkan bahwa rekaman suara yang beredar terkait informasi hoaks surat suara tercoblos sangat identik dengan suara Bagus Bawana.

"Dengan menggunakan algortima Gaussian Mixture Model (GMM) ini barang bukti kita lakukan uji (dengan suara pembanding) dan dari hasil uji itu kita mendapatkan empat rekaman suara barang bukti itu identik dengan suara atas nama tersangks BBP," kata penyidik sekaligus ahli informasi teknologi dari Puslabfor Polri, Kombes M Nuh.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini