nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polri Diminta Ungkap Aktor Intelektual Hoax Surat Suara

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 10 Januari 2019 22:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 10 337 2002828 polri-diminta-ungkap-aktor-intelektual-hoax-surat-suara-C1tYvq3NmD.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

JAKARTA - Jaringan Insan Muda Indonesia (JIMI) menyambangi gedung Bareskrim Polri di Gambir, Jakarta Pusat, pada Kamis (10/1/2019). Mereka datang untuk menuntut aparat kepolisian agar mengungkap aktor intelektual di balik kasus hoax surat suara di dalam tujuh konatainer.

"Polri jangan takut, rakyat dibelakangmu. Usut tuntas kasus hoax di Republik ini," kata kooridnator JIMI, Faris di lokasi.

Faris menyarankan, seluruh pelaku penyebaran hoaks diberikan efek jera agar bisa menjadi pelajaran dan tidak terulang kembali. Ia sangat menyesalkan adanya peristiwa itu dalam menyongsong Pemilu 2019.

"Hoax Ratna Sarumpaet sudah, Hoax selang cuci darah sudah, kini hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos berikutnya apalagi coba. Publik kita sudah cerdas, siapa biang keroknya dibalik ini," ujarnya.

(Baca juga: Tersangka Hoaks Surat Suara Catut Nama BPN, Tim Prabowo-Sandiaga Selidiki Bagus Bawana)

dd

Setelah melakukan penyampaian pendapat di Bareskrim Mabes Polri, mereka melanjutkan aksi di depan Gedung MUI. Sekumpulan massa itu meminta Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Ustaz Tengku Zulkarnain untuk mundur dari jabatannya. Sebab, yang bersangkutan diduga ikut menyebarkan berita bohong itu melalui akun media sosialnya.

"Kenapa informasi 7 kontainer surat suara tercoblos yang ternyata hoaks itu ditelan mentah-mentah yang belum tentu kebenarannya lalu disebar dan menimbulkan kegaduhan. Ini bukan karakter ulama, mestinya Tabayun terlebih dulu minimal punya niatan baik seharusnya kontak KPU melalui LO nya," ujarnya.

(Baca juga: Pelaku Hoaks Surat Suara Ditangkap, Begini Komentar KPU)

Faris berharap MUI bisa diisi oleh figur-figur yang bisa membawa kedamaian dan kesejukan bukan kebencian.

"Rekam jejaknya kan kelihatan dengan materi ceramah yang dibawakan kerap menyinyir dan memprovokasi jamaah agar membenci pemerintahan Jokowi. Sangat miris sekali MUI kok diisi orang demikian, bukannya sampaikan ceramah sejuk dan damai," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini