nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Johan Budi: Teror Terhadap KPK Tak Hanya Terjadi di Era Jokowi

Fahreza Rizky, Jurnalis · Kamis 10 Januari 2019 16:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 10 337 2002684 johan-budi-teror-terhadap-kpk-tak-hanya-terjadi-di-era-jokowi-awtnjDXBT6.jpg Johan Budi bersama Presiden Jokowi

JAKARTA - Juru bicara Kepresidenan, Johan Budi SP mengatakan aksi teror terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak hanya terjadi di era Joko Widodo (Jokowi). Menurut dia, dulu juga pernah terjadi hal serupa. Namun, ia tidak memerinci kasus tersebut di era kepemimpinan siapa.

"Saya ingin sampaikan, intimidasi teror itu tak hanya kali ini terjadi, tidak hanya terjadi di era Jokowi. Dulu juga ada penyidik yang alami serangan," ujar Johan di HUT ke-46 dan Rakornas PDIP, JIExpo, Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Mantan Juru Bicara KPK itu berujar, intimidasi dan teror selalu akan dilakukan orang-orang tak bertanggung jawab sepanjang lembaga antirasuah melakukan tugas-tugas pemberanrtasan korupsi.

"Dan itu tentu bagi pimpinan dan pegawai KPK mereka tidak akan takut. Mereka akan tetap melaksanakan tugasnya selama ini karena menjadi pimpinan KPK itu sudah didoktrin untuk tak takut terhadap ancaman," ucap Johan.

(Baca Juga: Antasari: Pimpinan KPK Diteror Biasanya Kalau Akan Ungkap Kasus)

(Baca Juga: Teror Pimpinan KPK Adalah Kesembilan Kalinya yang Dialami Pegawai Lembaga Antirasuah)

Johan menambahkan, Presiden Jokowi sudah memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengusut tuntas kasus teror terhadap dua pimpinan KPK. Ia pun meyakini Polri mampu menyelesaikan kasus ini secara profesional.

"Kami berpesan pada siapapun untuk tidak berspekulasi, kita tunggu dulu kerja kepolisian kita yakin polisi segera ungkap secara profesional," tandas Johan.

Senada dengan Johan, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar menyebut teror terhadap pimpinan komisi antirasuah bukanlah hal baru. Pasalnya, kasus serupa sudah pernah terjadi sejak ia menjabat sebagai pimpinan KPK.

"Bukan hal yang baru. Jadi, sejak zaman saya sampai hari ini kan ada katanya," ujarnya.

Berdasarkan pengalamannya, aksi teror terindikasi ada saat KPK akan mengungkap kasus. Karena itu, Antasari menyarankan kepada pimpinan KPK sekarang untuk tidak mudah memberikan keterangan soal adanya tersangka baru. Sebab, diduga oknum pelaku teror akan bergerak.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini