nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Megawati: Jangan Bertengkar karena Kursi!

Fahreza Rizky, Jurnalis · Kamis 10 Januari 2019 13:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 10 337 2002550 megawati-jangan-bertengkar-karena-kursi-QrnLRefvnb.jpg Ketua Umum PDIP, Megawati (foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri menegaskan kepada ribuan kadernya agar memenangkan Joko Widodo sebagai Presiden RI pada 2019 nanti.

"Partai ini harus menang dan Jokowi harus terpilih lagi jadi Presiden. Maka jangan bertengkar karena kursi, singkirkan metode konflik, enyahkan, jangan tebarkan benih perpecahan, hoax, dan kebencian," tegas Megawati di Jakarta Internasional Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (10/1/2019).

Menurutnya, kemenangan PDIP merupakan kemenangan rakyat Indonesia. Oleh karena itu, putri Presiden RI ke-1 Soekarno itu meminta kepada kader agar turun ke bawah datangi rakyat.

"Kemenangan kita di 2019 bukan semata kemenangan PDIP, tapi kemenangan itu harus menjadi kemengan rakyat. Turunlah ke bawah, datangi rakyat peluk dan menenangkan hati rakyat. Berpolitik dengan gembira, Pemilu 2019 kebangkitan Indonesia. Kita akan ganyang kesulitan yang akan dihadapi. PDIP ajak elemen untuk bersatu," tuturnya.

 (Baca juga: Megawati Terisak saat Ceritakan Sejarah PDIP)

mega

Menurut dia, PDIP menginginkan kader ideologis yang selalu memegang teguh Pancasila 1 Juni 1945. Oleh karena itu, partai pemenang Pemilu 2014 ini tidak ingin merekrut kader hanya demi mendongkrak elektabilitas.

"Kendati partai ini terbuka, saya tak ingin partai ini diisi oleh karbitan," tegas Megawati.

(Baca juga: Di HUT Ke-46 PDIP, Megawati Singgung Kader Karbitan)

Ia menjelaskan, maksud dari kader karbitan yakni seseorang yang mendadak mengaku menjadi anggota parpol ketika menjelang pemilihan umum saja. Jika orang itu tidak diberi rekomendasi baik oleh partai, maka biasanya akan melompat ke parpol lain.

"Mengaku kader, tapi ketika tak direkom, lalu loncat ke partai lain. Partai ini bagi kami bukan kendaraan untuk lompat kekuasaan. Ada fenomena pragmatisme politik," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini