nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Megawati Terisak saat Ceritakan Sejarah PDIP

Fahreza Rizky, Jurnalis · Kamis 10 Januari 2019 12:59 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 10 337 2002528 megawati-terisak-saat-ceritakan-sejarah-pdip-ZIwKfhpysD.jpg Megawati (Foto: Fahreza Rizky/Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri sempat terisak haru saat menceritakan sejarah partai yang dipimpinnya ketika era Orde Baru. Presiden RI kelima itu mengawali ceritanya dengan perubahan nama PDI menjadi PDIP.

"Kembali keingatan saya pada tahun 1997 ada beberapa orang pemerintahan datangi saya. Mereka bilang hak saya untuk dipilih ditiadakan sedangkan saya hanya diperbolehkan untuk memilih," ujarnya di acara HUT ke-46 dan Rakornas PDIP di JIExpo, Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Dalam kondisi seperti itu, Megawati tetap meminta kadernya untuk tetap mencoblos PDI kendati hak pilih dirinya ditiadakan. Instruksi tersebut ia sampaikan melalui surat terbuka. Namun tak dinyana, Megawati kaget ternyata kader-kadernya enggan mencoblos karena dirinya tak memiliki hak untuk dipilih.

 Baca juga: Gelar Rakornas & HUT Ke-46, PDIP Konsolidasi Menangkan Jokowi-Ma'ruf

Alhasil, suara PDI kala itu turun drastis karena ramai-ramai kadernya enggan nyoblos. Namun uniknya, kader Banteng malah sorak sorai atau senang karena penurunan tersebut. Pasalnya hal itu menunjukkan soliditasnya karena Megawati ditiadakan hak untuk dipilihnya.

 HUT PDIP

"Jadi di tempat coblos itu suaranya turun drastis. Ada satu tempat hanya dua suaranya. Justru warga PDI bukanya sedih malah sorak sorai," ucapnya.

 Baca juga: Unggul di Pulau Jawa Pasti Menang Pilpres

Pada Pemilu 1999, PDI kembali mengikuti kontestasi tersebut. Akan tetapi, untuk masuk ke dalam arena pertarungan, PDI diharuskan berganti nama. Akhirnya ditambahkan kata "Perjuangan" di belakang nama PDI sehingga menjadi PDIP pada Februari 1999.

"Ketika tahun 1999 dilakukan pemilu dan saya diberitahukan boleh ikut asal mengubah nama. Jadi waktu mendaftarkan nama. Saya ingat kata ‘Perjuangan, Perjuangan,’ itulah mengapa namanya partai PDI Perjuangan dan disahkan 1 februari 1999," ungkapnya.

 Baca juga: Jelang Debat Pilpres, TKN: Jokowi Masih Sibuk Urus Rakyat

Sejak perubahan nama itu hingga saat ini PDIP masih eksis sebagai parpol yang mewarnai kancah perpolitikan bangsa. Megawati berharap PDIP tetap memegang teguh nilai Pancasila 1 Juni 1945 sebagai penuntun arah kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Para kader di mana pun berada harus berjuang, menjadi guardian nilai nilai Pancasila," tutupnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini