DPR Nilai Pelaku Teror 2 Pimpinan KPK Berniat Kacaukan Pemilu

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 09 Januari 2019 19:33 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 09 337 2002238 dpr-nilai-pelaku-teror-2-pimpinan-kpk-berniat-kacaukan-pemilu-a4b0yz6paH.jpg Rumah Laode M Syarif (foto: Heru/Okezone)

JAKARTA - Kediaman dua petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yakni Agus Rahardjo dan Laode M Syarief diteror bom oleh orang tak dikenal. Polisi pun langsung bergerak cepat menangani kasus tersebut.

Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengutuk aksi teror yang menimpa petinggi lembaga anti rasuah itu. Ia pun meminta kepada Polri untuk bergerak cepat untuk menangkap pelakunya.

“Kita tentunya mengutuk keras teror bom yang diarahkan kepada pimpinan lembaga negara. Saya meminta Polri bergerak cepat dalam pengusutan kasus ini. Saya yakin Polri dengan kemampuannya di bidang pemberantasan terorisme akan mampu mengungkap kasus ini,” ucap Sahroni, Rabu (9/1/2019).

 (Baca juga: Polisi Periksa 6 Saksi Terkait Teror Bom di Rumah Pimpinan KPK)

Selain itu, ia juga berpesan kepada semua pihak agar tak menuding siapa aktor intelektualnya dibalik kejadian teror bom tersebut.

“Sebaliknya saya berpesan kepada semua pihak untuk tak saling menuding siapa aktor di balik kejadian teror bom di rumah pimpinan KPK. Kita tunggu pengungkapan dilakukan oleh Polri yang tentunya sudah membentuk tim mengusut teror bom ini,” lanjutnya.

 sss

Menyikapi peristiwa teror bom yang terjadi di tahun ini, Sahroni menilai ada upaya membuat kekacauan di dalam negeri jelang pelaksanaan Pemilu serentak yang pelaksanaannya hanya menyisakan beberapa bulan lagi.

Pelaku dipandang Sahroni sengaja membidik sasaran tokoh penting, dalam hal ini pimpinan KPK karena disinyalir akan menarik perhatian dengan harapan membuat masyarakat panik dan tidak aman. Ia juga meminta berbagai pihak tak lantas mengaitkan teror bom ini dengan rangkain kejadian lainnya, seperti peristiwa memilukan yang menimpa penyidik KPK Novel Baswedan.

“Ini peristiwa yang saya nilai sengaja menargetkan tokoh penting dengan membuat keresahan jelang Pemilu serentak. Pemerintah, dalam hal ini melalui Polri harus membuktikan diri kesiapan menangani berbagai ancaman teror yang berpotensi mengganggu keberlangsungan Pemilu serentak. Masyarakat juga kita harapkan tak serta merta menjadi panik atas peristiwa ini,” Sahroni mengingatkan.

 (Baca juga: Pimpinan KPK Diteror Jadi Bukti Ancaman Terhadap Pemberantasan Korupsi Masih Ada)

Dalam kesempatan yang sama, politisi NasDem asal Jakarta Utara ini mengapresiasi sikap KPK yang menyerahkan sepenuhnya penuntasan kasus teror bom tersebut. Sahroni berharap teror terhadap pimpinan KPK yang belum diketahui motifnya ini tak lantas menyurutkan semangat komisi antirasuah tersebut untuk memerangi korupsi di Indonesia.

 sss

Peristiwa ini juga disebutkan Sahroni menjadi gambaran pentingnya pengamanan melekat baik terhadap pribadi maupun kediaman pimpinan lembaga negara.

“Ke depan, pengamanan terhadap pimpinan lembaga harus lebih baik,” pungkasnya.

Perlu diketahui, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo hasil rekaman CCTV menggambarkan dua pelaku pelempar bom molotov di kediaman Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, di Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan mengendari motor dan menggunakan helm full face. Polisi dipastikan Argo tengah menganalisis rekaman CCTV tersebut untuk memperoleh petunjuk siapa pelakunya.

Teror bom di rumah Laode diketahui sekitar pukul 05.30 WIB. Di lokasi terpisah, rumah Ketua KPK Agus Rahardjo di Bekasi juga diteror benda diduga bom oleh orang tidak dikenal.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini