nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Pilih Doni Monardo sebagai Kepala BNPB karena Keuletan Kerja

Qur'anul Hidayat, Okezone · Rabu 09 Januari 2019 10:55 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 09 337 2001896 jokowi-pilih-doni-monardo-sebagai-kepala-bnpb-karena-keuletan-kerja-TqUpRsJd8A.jpg Pelantikan Doni Monardo sebagai Kepala BNPB. (Foto: Biro Pers Setpres)

JAKARTA - Letjen TNI Doni Monardo resmi dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (9/1/2018). Pelantikan berdasarkan Keppres Nomor 5/P/2019 tentang Pengangkatan Kepala BNPB.

Pengamat Militer dan Intelijen, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati menilai, Doni Monardo adalah sosok yang tepat menjabat sebagai Kepala BNPB yang baru. Mantan Danjen Kopassus ini dianggap sarat prestasi, terutama ketika bertugas di Maluku.

“Sebagai Pangdam Pattimura, ia sangat piawai merangkul seluruh lapisan masyarakat hingga terwujud kondisi keamanan yang stabil. Program ‘Emas Hijau’ dan ‘Emas Biru’ menjadi andalan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan hasil bumi di hutan dan di laut. Disusul program Emas Putih, maka Letjen TNI Doni Munardo banyak mendapat pujian dari banyak pengamat militer di dalam negeri dan di luar negeri,” kata wanita yang biasa disapa Nuning itu, Rabu (9/1/2019).

Doni Monardo

Selain itu, lanjut Nuning, Doni juga beprestasi saat bertugas sebagai Pangdam Siliwangi, dengan mengundang berbagai kalangan masyarakat untuk berpartisipasi dalam Program Citarum Harum. Doni terjun langsung memimpin para prajurit dan sanggup bekerja hampir 24 jam sehari selama berminggu-minggu.

(Baca juga: Dilantik Jokowi, Doni Monardo Resmi Jabat Kepala BNPB)

“Keuletan kerja inilah yang menarik bagi Presiden Jokowi sehingga layak dipromosikan sebagai Kepala BNPB. Serangkaian bencana alam sepanjang tahun 2018 dan beberapa tahun terakhir yang mendera Indonesia menuntut sosok Kepala BNPB yang mampu bekerja tak kenal lelah,” ujar Nuning.

Nuning menyarankan agar Doni memantapkan manajemen bencana agar semua stakeholder dapat terintegrasi. Doni diharapkan mampu mengkoordinir BMKG, Basarnas, TNI, Polri dan Pemda ketika situasi darurat menghadapi bencana.

Selain itu, Nuning berharap posisi Sekjen Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) yang ditinggalkan Doni diisi oleh pemimpin yang berorientasi kemaritiman. Tugas Sekjen Wantannas yang baru juga harus memperhatikan situasi keamanan eksternal.

“Dinamika konflik Laut Cina Selatan memerlukan perhatian Sekjen Wantannas yang baru agar mampu memberikan masukan yang tepat kepada Presiden. Keseimbangan kondisi keamanan nasional dan situasi keamanan regional harus mendapat porsi yang seimbang dalam menjabarkan visi pemerintah menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Tepatlah kiranya jika kali ini Sekjen Wantannas yang baru dijabat oleh Perwira Tinggi dari TNI Angkatan Laut. Terlebih perwira yang memiliki kapabilitas sebagai akademisi guna melakukan berbagai analisis keamanan,” tutup Nuning.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini