nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peristiwa 9 Januari, Lahirnya Lazio hingga Berdirinya Markas PBB di New York

Witri Nasuha, Jurnalis · Rabu 09 Januari 2019 09:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 09 337 2001857 peristiwa-9-januari-lahirnya-lazio-hingga-berdirinya-markas-pbb-di-new-york-LpijujVto3.jpg PBB (Reuters)

JAKARTA – Memasuki hari ke-sembilan bulan Januari, berbagai peristiwa terjadi pada saat itu. salah satunya ialah dibukanya Markas PBB secara resmi di New York City pada 1951, hingga dibentuknya klub sepak bola Lazio, Italia.

Berikut Okezone merangkum sederet peristiwa yang terjadi pada 9 Januari, sebagaimana dikutip dari Wikipedia.org, pada Rabu (9/1/2019):

1. Dibentuknya Klub Sepak Bola Lazio (1900)

Societa Sportiva Lazio atau yang kerap dkenal dengan nama Lazio, merupakan perkumpulan olahraga professional Italia yang berbasis Roma, yang terkenal dengan cabang sepak bolanya. Klub sepak bola Lazio ini didirikan pada 9 Januari 1900 silam dengan nama Societa Podistica Lazio.

Baca juga: Peristiwa 8 Januari: Krisis Sandera Mapenduma Papua sampai Kelahiran Kiper Muda Indonesia

 Lazio

Dalam perjalanannya, klub yang memiliki julukan Biacazzuri yang berarti Putih-Biru, memiliki sederet prestasi. Awal kesuksesan klub ini, ialah setelah berlaga dan memenangi Piala Italia pada 1958. Selanjutnya, pada 1974 mereka kembali menjuarai gelar Serie A pertama mereka.

Dalam sejarah mereka, lima belas tahun terakhir merupakan priode tersukses klub sepak bola Italia ini, antara lain menjuarai Piala Winners pada 1999, scudetto pada 2000, serta beberapa trofi domestik dan mencapai final Piala UEFA pertama mereka pada 1998.

2. Diresmikannya Markas PBB di New York City (1951)

9 Januari 1951, Markas PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dibuka secara resmi di Kota New York. Tempat ini menjadi lokasi terpenting dan tempat utama PBB untuk melakukan sidang, seperti Sidang Umum PBB, Dewan Keamanan PBB serta sidang Dewan Ekonomi dan Sosial PBB. Selain menjadi tempat berkumpul untuk melakukan sidang, dalam Markas PBB juga terdapat Gedung Sekretariat PBB.

Setelah dibentuknya PBB pada 1945, dulu, Markas Besar PBB berada di London. Namun, tepatnya pada 19 Oktober 1949 batu pertama Markas PBB diletakkan di Kota New York, Amerika Serikat. John D. Rockefeller II saat itu, turut menghibahkan asetnya yaitu sekira 7 hektare tanah di tepi timur Manhattan kepada PBB.

Baca juga: Skandal Mafia Bola yang Masih Panas Dibahas: Nama Samaran hingga Uang Setoran

 PBB

Hingga akhirnya, bangunan yang memiliki 39 lantai ini rampung pada 1951 , yang terdiri atas Gedung Sidang Umum, gedung-gedung konferensi, dan gedung Sekretariat PBB. Setelah gedung utama kompleks selesai dibangun, pada 1961 dibangun pula perpustakaan Dag-Hammarskjold serta Gedung UN-Plaza di antara tahun 1969-1976.

3. Lahirnya Kate Middleton (1982)

 

9 Januari 1982 merupakan hari lahir dari Catherine Elizabeth Middleton atau yang kerap dikenar Kate Middleton istri dari Pangeran William, Adipati Cambridge. Catherine dibesarkan di Chapel Row, sebuah desa dekat Newbury, Berkshire, Inggris dengan kedua orang tuanya, Michael Francis Middleton dan Corole Elizabeth Goldsmith.

Catherine pernah mengenyam pendidikan di Universitas St. Andrews, Skotlandia dengan mendalami pelajaran sejarah seni. Di sini pula tempat ia dan Pangeran William bertemu pada 2001.

 Baca juga: Peristiwa 5 Januari: Hari Korps Wanita AL dan Ditemukannya Alat Rontgen

Hingga akhirnya, mereka memutuskan untuk bertunanagan pada 16 November 2010 dan melangsungkan pernikahan di Westminster Abbey pada 29 April 2011. Keduanya dikarunia tiga orang anak, yaitu George Alexander Louis (Pangeran George dari Cambridge) yang lahir pada 22 Juli 2013, Charlotte Elizabeth Diana (Putri Charlotte dari Cambridge) yang lahir pada 2 Mei 2015, dan anak bungsunya Louis Arthur Charles (Pangeran Louis dari Cambridge) yang baru lahir 23 April 2018 lalu.

Kate Middleton pernah menyandang predikat sebagai salah satu dari “100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia” oleh Majalah Time pada tahun 2012 dan 2013.

4. Wafatnya Penyanyi Gombloh (1988)

9 Januari 1988 silam, duka menyelimuti industri musik Tanah Air. Pasalnya penyanyi yang khas dengan nasionalisme di setiap lagu yang dilantunkannya, Gombloh menghembuskan nafas terakhirnya. Gombloh atau Soedjarwoto Soemarsono meninggal di Surabaya karena penyakit paru-paru yang sudah dideritanya sejak lama

Gombloh pernah bergabung bersama grup musik Lemon Tree’s Anno ’69 dengan aliran musik art rock dan merilis tembang lagu berbahasa Jawa dengan judul “Sekar Mayang”. Ia pun pernah menulis lagu untuk dinyanyikan penyanyi lainnya, seperi Tangis Kerinduan bagi Djatu Parwati, dan Merah Putih yang dinyanyikan bersama-sama pada 1986.

Baca juga: Peristiwa 4 Januari: Kemerdekaan Myanmar hingga Bung Karno Hadiri Pemindahan Ibu Kota di Yogya

Dalam mengenang sosok Gombloh, sejumlah seniman Surabaya membentuk Solidaritas Seniman Surabaya pada 1996. Tujuan dibentuknya perkempulan ini ialah menciptakan suatu kenangan untuk Gombloh yang dianggap sebagai pahlawan seniman kita itu. Patung Gombloh yang terbuat dari perunggu dengan berat sekira 200 kg pun, didirikan di halaman Taman Hiburan Rakyat Surabaya.

Walaupun telah wafat, mendiang almarhum Gombloh pun masih mendapatkan penghargaan Nugraha Bhakti Musik Indonesia dalam acara puncak Hari Musik Indonesia III pada 30 Maret 2005. Bersama Sembilan tokoh musik lainnya, Gombloh mendapatkan penghargaan tersebut secara anumerta dari PAPPRI.

5. Hari Santo Stefanus

Dalam kalender Georgian, 9 Januari ditetapkan sebagai Hari Santo Stefanus. Hari Santo Stefanus atau Pesta Santo Stefanos merupakan hari santo Kristen untuk memperingati Santo Stefanus, martir pertama Kristen atau protomartir. Hari Santo Stefanus menandai hari kedua dari Musim Natal. Di beberapa negara, Hari Santo Stefanus dijadikan libur nasional seperti di Austria dan Jerman. Ada pula yang menyebutnya Hari Boxing atau Hari setelah Natal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini