Bos PT Isargas Sebut Eni Saragih Pernah Minta Uang Syukuran Kemenangan Suaminya

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 08 Januari 2019 19:40 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 08 337 2001711 bos-pt-isargas-sebut-eni-saragih-pernah-minta-uang-syukuran-kemenangan-suaminya-eL4VCtF4gt.jpg Eni Saragih saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Direktur (Presdir) PT Isargas, Iswan Ibrahim mengaku mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih pernah meminta uang kepada dirinya. Iswan memberikan uang sebesar Rp50 juta untuk Eni.

Menurut Iswan, uang Rp50 juta tersebut akan digunakan Eni untuk mengadakan syukuran atas kemenangan suaminya, Al-Khadziq sebagai Bupati Temanggung, Jawa Tengah.

"Ada (permintaan) untuk syukuran, tidak pernah minta angka, akhirnya saya kasih Rp50 juta cash," ungkap Iswan saat bersaksi terkait perkara dugaan suap dan gratifikasi untuk terdakwa Eni Saragih di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (8/1/2019).

(Baca Juga: Eni Saragih Didakwa Terima Gratifikasi Rp5,6 Miliar dan SGD40 Ribu

Iswan sendiri awalnya memberikan Rp200 juta kepada Eni. Uang tersebut diberikan sekira pada Juni 2018. Kemudian, Eni meminta uang untuk syukuran suaminya dan diberikan lagi Rp50 juta sekira pada Juli 2018.

Eni Saragih 

Dijelaskan Iswan, uang yang diberikan ke Eni bukan berasal dari perusahaannya. Kata Iswan, uang tersebut merupakan dana pribadinya sebagai penjaga hubungan baik dirinya dengan Eni.

"Itu bukan rekening perusahaan saya, tapi dari cash. Awalnya, cashbon, jadi dipertimbangkan ke saya. Indra (staf Eni) datang ke kantor, orang saya kasih Rp50 juta itu. Total 250 juta," terangnya.

Sebelumnya, Eni Saragih didakwa menerima gratifikasi berupa uang sebesar Rp5.600.000.000 dan SGD40.000 dari beberapa direktur dan pemilik perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas (migas).

Dalam surat dakwaan, gratifikasi yang diterima Eni berasal dari Direktur PT Smelting, Prihadi Santoso senilai Rp250 juta. Uang sebesar Rp250 juta tersebut diberikan Prihadi dengan tujuan agar Eni bisa memfasilitasi PT Smelting dengan pihak Kementeriaan Lingkungan Hidup.

Prihadi meminta bantuan eni untuk bertemu dengan Kementeriaan Lingkungan Hidup agar PT Smelting dapat melakukan impor limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) yaitu limbag tenaga yang akan diolah menjadi cover slag.

(Baca Juga: Presdir PT Isargas Akui Setor Uang Rp250 Juta ke Eni Saragih

Permohonan tersebut ditindaklanjuti Eni dengan mempertemukan Prihadi ‎ke Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah Limbah dan Bahan Berbahaya Beracun (Dirjen PSLB3), Rosa Vivien Ratnawati. Setelah adanya pertemuan itu, Prihadi kemudian mentransfer uang Rp250 juta kepada orang kepercayaan Eni.

Penerimaan gratifikasi Eni yang kedua berasal dari Direktur PT One Connect Indonesia (OCI), Herwin Tanuwidjaja sejumlah Rp100 juta dan SGD40 ribu. Uang yang diberikan Herwin kepada Eni tersebut satu perkara dengan Prihadi yakni, terkait pengurusan impor limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) yaitu limbah tenaga yang akan diolah menjadi cover slag.

 Eni Saragih

Penerimaan ketiga Eni berasal dari Pemilik PT Borneo Lumbung ‎Energi dan Metal, Samin Tan sebesar Rp5 miliar. Uang tersebut diduga untuk mengurus permasalahan pemutusan perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B) generasi 3 di Kalimantan tengah antara PT AKT dengan Kementeriaan ESDM.

Terakhir, Eni menerima uang dari Presiden Direktur (Presdir) PT ISARGAS, Iswan Ibrahim senilai Rp250 juta. Eni meminta uang kepada Iswan ‎untuk keperluan suaminya maju di Pilkada Temanggung. Iswan kemudian memberikan kepada Eni sebesar Rp250 ‎juta.

Selain gratifikasi, Eni Maulani Saragih juga didakwa menerima suap sebesar Rp4.750.000.000 secara bertahap dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo. Uang tersebut diduga berkaitan dengan proyek pembangunan mulut tambang PLTU Riau-1.

Uang itu sengaja diberikan Kotjo kepada Eni untuk mendapatkan proyek Independent Power Produce (IPP) PLTU mulut tambang Riau-1 antara PT pembangkitan Jawa-Bali Investasi (PJBI) dengan Blackgold Natural Resources Limited dan China Huadian Engineering Company Limited (CHEC).

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini