nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sambangi KPK, Mendikbud Minta Bongkar Kasus Korupsi di Bidang Pendidikan

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 08 Januari 2019 15:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 08 337 2001578 sambangi-kpk-mendikbud-minta-bongkar-kasus-korupsi-di-bidang-pendidikan-vgrTcwecBl.jpg Mendikbud Muhadjir Effendy. (Foto : Dok UMM)

JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyambangi markas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (8/1/2018).

Dalam kesempatan itu, Muhadjir men‎gapresiasi lembaga pimpinan Agus Rahardjo Cs yang mengungkap adanya kasus korupsi di sektor pendidikan. Utamanya, terkait kasus dugaan korupsi pemotongan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan di Kabupaten Cianjur, tahun 2018.

Muhadjir meminta KPK kembali mengungkap kasus-kasus yang berkaitan dengan sektor pendidikan pada tahun ini. Menurutnya, pengusutan kasus korupsi yang dilakukan KPK untuk memberikan efek jera bagi para pelaku korupsi.

"Banyak kasus korupsi di bawah sektor pendidikan yang bisa diselesaikan atau bisa ditangani oleh KPK dan ini memiliki daya efek jera yang menurut saya bagus. Kita harapkan akan terus dilakukan pada tahun 2019 nanti," ungkap Muhadjir.

Muhadjir beserta jajarannya datang ke KPK untuk membahas tindak lanjut perjanjian kerjasama antara Kemdikbud dan KPK. Salah satunya, soal masuknya kurikulum pendidikan antikorupsi di materi pelajaran.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan empat orang tersangka kasus dugaan korupsi pemotongan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Kabupaten Cianjur tahun 2018.

Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar ditahan KPK. (Foto: Puteranegara Batubara/Okezone)

Empat orang tersebut ialah Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar (IRM)‎; Kadisdik Cianjur, Cecep Sobandi (CS); Kabid SMP di Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Rosidin (Ros); dan kakak ipar Bupati Cianjur, Tubagus Cepy Sethiady (TCS)

Bupati Cianjur bersama Cecep Sobandi dan Rosidin diduga meminta atau memotong pembayaran ‎terkait DAK Pendidikan Kabupaten Cianjur tahun 2018 sebesar sekira 14,5 persen dari total nilai uang Rp46,8 miliar. Bupati Irvan sendiri diduga telah menerima fee 7 persen dari alokasi dana pendidikan tersebut.

(Baca Juga : KPK Periksa 4 PNS Dinas Pendidikan Terkait Suap Bupati Cianjur)

Bupati Cianjur diduga menggunakan jasa Ketua Majelis Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Cianjur berinisial R dan ‎bendaharanya berinisial T untuk menagih fee dari DAK Pendidikan pada sekira 140 Kepala Sekolah di Cianjur yang mendapat dana alokasi khusus pendidikan.

Sementara itu, kakak ipar Bupati Cianjur, Tubagus Cepy ‎berperan menjadi perantara dalam pemberian uang DAK Pendidikan dari para kepala sekolah untuk Bupati Cianjur. Sebab, para kepala sekolah sudah mengenal Cepy sebagai orang kepercayaan Bupati Cianjur.

(Baca Juga : Usut Korupsi Dana Pendidikan, KPK Periksa Sekretaris Bupati Cianjur)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini