Aher Menolak Disebut Mangkir, Ngaku Tak Pernah Terima Surat Panggilan KPK

CDB Yudistira, Okezone · Selasa 08 Januari 2019 09:40 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 08 337 2001348 aher-menolak-disebut-mangkir-ngaku-tak-pernah-terima-surat-panggilan-kpk-QSbNALz9VM.jpg Ahmad Heryawan.

BANDUNG - Mantan Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ahmad Heryawan menolak dirinya disebut mangkir dari pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap proyek Meikarta. Dia mengaku hingga kini belum menerima surat panggilan dari lembaga yang dipimpin Agus Rahardjo itu.

"Bagaimana mau datang ke KPK, enggak ada surat panggilannya. Sampai hari ini belum menerima surat panggilan dari KPK," kata pria yang disapa Aher saat dikonfirmasi, Selasa (8/1/2019).

Aher mengungkapkan, pada pemanggilan pertama, KPK mengirim surat panggilan ke alamat yang salah. Sejak itu dirinya tidak pernah menerima surat apapun, termasuk soal pemanggilan kedua.

Ahmad Heryawan.

"Waktu yang pertama, tidak datang karena salah alamat, dipulangin lagi. Saya kaget lagi saya belum menenrima surat apapun, ini lembaga negara, lembaga resmi, ya saya mesti bertanya apakah pernyataan Jubir KPK Pak Febri Diansyah apa itu surat panggilan, kan enggak mungkinkan‎," ucap dia.

Aher begitu sapaan akrabnya mengaku akan menjelaskan secara rinci pengatahuannya soal kasus Meikarta ini. Dirinya menegaskan siap hadir jika ada pemanggilan terhadap dirinya.

"Saya dari awal siap menjelaskan, tapi kalau datang ke KPK tidak ada surat panggilannyakan tidak jelas harus menghadap siapa, lantai berapa, urusannya apa kan enggak jelas kalau begitu," ungkap dia.

(Baca juga: Aher Kembali Mangkir, KPK: Sudah Ditelefon Tak Direspons)

Diberitakan sebelumnya, Febri Diansyah mengaku pihaknya sama sekali tidak memperoleh surat keterangan ketidakhadiran dari politikus senior PKS tersebut. Padahal, KPK telah mengirimkan surat panggilan ke kediaman Aher di Bandung, Jawa Barat.

"KPK memastikan telah mengirimkan surat panggilan ke rumah yang bersangkutan di Jalan Otto Iskandar Dinata di Bandung," kata Febri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (7/1).

Febri Diansyah

Menurut Febri, surat panggilan yang dikirim KPK untuk Aher, tercatat telah diterima oleh seorang bernama Yogi di rumah tersebut pada 29 Desember 2018. Dijelaskan Febri, alamat surat yang dikirim KPK merupakan alamat yang sama dengan pengiriman surat sebelumnya yang sudah diterima saksi.

"KPK juga telah menghubungi nomor telefon genggam saksi, namun tidak direspons. Sejak minggu lalu, kami juga sudah sampaikan rencana pemanggilan sebagai saksi," sambungnya.

Febri berharap, ‎sebagai warga negara yang baik, Aher dapat memberi contoh dan menunjukkan itikad baik untuk kooperatif datang ke KPK. Jika memang ada kendala hadir karena alasan yang sah, tekan Febri, maka dapat mengonfirmasi pada KPK. "Namun sejauh ini tidak ada pemberitahuan dari yang bersangutan ke KPK," tegasnya.

Oleh karenanya, KPK akan kembali memanggil Aher sesuai hukum acara yang berlaku. KPK meminta Aher dapat hadir dan kooperatif memenuhi panggilan pemeriksaan selanjutnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini