nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Eks Petinggi Lippo Group Ternyata Perintahkan Stafnya Kenalan dengan Panitera PN Jakpus

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 07 Januari 2019 14:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 07 337 2001007 eks-petinggi-lippo-group-ternyata-perintahkan-stafnya-kenalan-dengan-panitera-pn-jakpus-HTL5m0lOc4.jpg Eddy Sindoro (Foto: Okezone)

JAKARTA - Mantan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro pernah menyuruh anak buahnya, Wresti Kristian Hesti untuk berkenalan dengan salah satu panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Wresti diminta Eddy untuk berkenalan dengan Edy Nasution.

Hal tersebut diakui Wresti saat bersaksi terkait perkara dugaan suap pengajuan peninjauan kembali di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk terdakwa mantan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro, pada hari ini.

"Saya kenal ES (Edy Nasution) langsung‎ ke PN. Saya kenalan dengan beliau, saya pernah dapat advise dari Pak Eddy Sindoro, kamu kenalan supaya kalau tanya-tanya tekhnis, supaya langsung kita cross check," ungkap Wresti di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (7/1/2019).

Baca Juga: Eks Petinggi Lippo Group Segera Duduk di "Kursi Pesakitan"

Sidang KPK

Menurut Wresti, Edy Nasution merupakan panitera PN Jakpus yang bisa menjembatani ‎pengurusan sejumlah perkara yang menyeret Lippo Group. Eddy Sindoro sempat menugaskan Wresti untuk mengonfirmasi persoalan aanmaning atau pemberitahuan eksekusi perkara wanprestasi.

"Secara ini memang tidak ada (penugasan). Tapi, sejak awal saya dapat pekerjaan urusan ini, selalu ada Pak Edy dan Direktur PT yang bersangkutan," terangnya.

Dalam perkara ini, Mantan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro didakwa memberikan suap sebesar Rp150 juta dan 50 ribu Dollar Amerika Serikat kepada panitera PN Jakpus, Edy Nasution.

Uang tersebut disinyalir agar Edy Nasution dapat membantu menunda proses pelaksanaan aanmaning atau eksekusi perkara wanprestasi terhadap PT Metropolitan Tirta Perdana (PT MTP).

Baca Juga: Nama Eks Sekretaris MA Disebut di Sidang Dakwaan Eddy Sindoro

Tak hanya itu, uang yang diberikan Eddy Sindoro untuk memuluskan pendaftaran peninjauan kembali (PK) PT Across Asia Limited (PT AAL) meskipun sudah melewati batas waktu yang ditentukan Undang-Undang.

Atas perbuatannya, Eddy Sindoro didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 65 ayat (1), Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini