nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polri Bantah Jemput Paksa Buronan Hartono Tanpa Izin Otoritas Singapura

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 07 Januari 2019 02:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 07 337 2000778 polri-bantah-jemput-paksa-buronan-hartono-tanpa-izin-otoritas-singapura-aUW19koEHt.jpg Ilustrasi Foto/Okezone

JAKARTA - Mabes Polri membantah adanya penyidik dari Ditreskrimsus Polda Bali yang pergi ke Singapura untuk menjemput paksa seorang buronan atas nama Hartono Karjadi tanpa izin otoritas Singapura.

"Tidak mungkin juga Penyidik Polda Bali mau melakukan upaya paksa yang bukan otoritas hukum Indonesia," kata Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Minggu (6/1/2019).

Menurut Dedi, Singapura mempunyai wilayah hukum sendiri yang tidak bisa sewenang-wenang jajaran Polri melakukan upaya hukum tanpa otoritasnya. Oleh karenanya, Dedi menyangkal ada jajaran penyidik Polda Bali yang datang ke Singapura untuk upaya jemput paksa.

Meskipun demikian, diakui Dedi, Hartono memang merupakan buronan yang sedang dicari oleh jajaran Polri. Hartono disinyalir berada di Singapura untuk berobat.

"Singapura memiliki hukum yang berbeda dengan Indonesia. Bahwa benar tersangka atas nama Hartono kasus 372 KUHP ditangani oleh DitKrimsus Polda Bali dan sudah dibuatkan DPO-nya," terangnya.

Hartono Karjadi terlibat perselisihan hukum dengan seorang taipan berpengaruh di Indonesia. Saat ini, Hartono berada di Singapura untuk berobat.

Sebelumnya diberitakan Asia Sentinel, Rabu 2 Januari 2019, lalu dua oknum petugas dari Polda dilaporkan memasuki wilayah Singapura pada November 2018 lalu dan melakukan upaya penangkapan tanpa izin Pemerintah Singapura.

Menurut laporan Asia Sentinel, mengutip pernyataan pers dari kantor pengacaranya, Hartono yang sedang berada di Singapura untuk mendapatkan perawatan medis dihampiri oleh dua petugas polisi Indonesia saat sedang dibius di Rumah Sakit Mount Elizabeth.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini