nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasca Tsunami, Pandeglang Masuk Transisi dan Lampung Selatan Perpanjang Masa Tanggap Darurat

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Sabtu 05 Januari 2019 22:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 05 337 2000465 pasca-tsunami-pandeglang-masuk-transisi-dan-lampung-selatan-perpanjang-masa-tanggap-darurat-cN8rotRNKi.jpg Dampak tsunami yang terjadi di Selat Sunda

JAKARTA - Dua minggu usai tsunami menerjang lima kabupaten di sekitar Selat Sunda, jumlah korban tercatat 437 orang meninggal dunia, 9.061 orang luka, 10 orang hilang dan 16.198 orang mengungsi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho saat ini penanganan darurat masih dilakukan. Tetapi di wilayah Banten masa tanggap darurat sudah selesai dan periode transisi darurat selama 2 bulan ke depan.

"Berdasarkan rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Banten disepakati bahwa selesainya masa tanggap darurat pada 4 Januari 2019 maka dilanjutkan dengan periode transisi darurat menuju peralihan selama 2 bulan yaitu 6 Januari hingga 6 Maret 2019.," ungkap Sutopo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (5/1/2019).

Di Kabupaten Pandeglang terdapat 296 orang meninggal dunia, 3 orang hilang, dan 7.972 orang mengungsi. Sebanyak 1.071 rumah rusak berat dan rusak sedang, dan 457 rumah rusak ringan.

(Baca Juga: Ini Lokasi Pemakaman 5 Jenazah Korban Tsunami Banten yang Belum Teridentifikasi)

Sutopo menjelaskan, selama masa transisi darurat di Banten ini akan dibangun hunian sementara (huntara). "Huntara dibangun untuk menampung pengungsi yang rumahnya rusak berat dan rusak ringan,"terang Sutopo.

Sementara, untuk penanganan darurat di Kabupaten Lampung Selatan masa tanggap darurat diperpanjang selama 2 minggu yaitu 6 hingga 19 Jaunuari 2019.

Untuk korban tsunami di Lampung Selatan tercatat 120 orang meninggal dunia, 8.304 orang luka, dan 6.999 orang mengungsi dan ebanyak 543 rumah rusak berat, 70 rumah rusak sedang dan 97 rumah rusak ringan.

Akan tetapi, sesuai kesepakatan dan rapat koordinasi tidak ada pembangunan huntara di Lampung Selatan. Namun dengan pembangunan hunian tetap untuk relokasi.

"Sudah tersedia lahan seluas 2 hektare untuk pembangunan huntap. Balai Besar Wilayah Sungai Kementerian PU Pera akan melakukan land clearing, Dinas PU Kabupaten Lampung Selatan akan menyiapkan siteplan, desain dan rencana anggaran. Bupati Lampung Selatan akan mengajukan dana siap pakai BNPB untuk pembangunan huntap dan fasilitasnya dalam relokasi," katanya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini