nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ibu Negara Iriana Kagum dengan Bangunan Kuno Lawang Sewu

Taufik Budi, Jurnalis · Jum'at 04 Januari 2019 17:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 04 337 2000057 ibu-negara-iriana-kagum-dengan-bangunan-kuno-lawang-sewu-ghElvP9RLX.jpg Ibu Negara Iriana Jokowi di Lawang Sewu, Semarang (foto: Taufik Budi)

SEMARANG - Kemegahan bangunan Lawang Sewu menjadi perhatian Ibu Negara Iriana Joko Widodo saat melakukan kunjungan ke Semarang. Dia juga didampingi anggota Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK).

Iriana juga mengajak Ketua TP PKK Jateng Atiqoh Ganjar Pranowo berkeliling Lawang Sewu. Tampak pula istri Panglima TNI Nanny Hadi Tjahjanto beserta Direktur SDM dan Umum PT KAI, R Ruli Adi, yang berjalan keliling sembari menikmati kemegahan gedung kuno tersebut.

(Baca Juga: Ke Semarang, Ibu Negara Sosialisasi Deteksi Dini Kanker dan Bahaya Narkoba) 

Ibu Negara berkali-kali mengajak Atiqoh dan rombongan untuk berfoto bersama. Mulai dengan latar belakang dinding kaca patri berukuran tinggi lebih dari dua meter. Kaca yang terbagi menjadi empat panel besar ini mencerminkan cerita eksploitasi besar-besaran hasil alam Nusantara.

Ibu Negara Iriana ke Semarang. (Foto: Kris/Biro Pers Setpres)	 

Flora dan fauna kita diangkut kereta dan dikumpulkan di kota-kota pelabuhan Pulau Jawa sebelum diperdagangkan di dunia, untuk memperkaya Belanda dan keluarga kerajaannya di bawah perlindungan Dewi Fortuna.

Detailnya, di panel tengah-bawah berjajar Dewi Fortuna, si dewi keberuntungan yang berbaju merah, roda bersayap lambang kereta api, dan Dewi Sri, dewi kemakmuran Suku Jawa. Panel di atasnya adalah tumbuhan dan hewan yang menggambarkan Nusantara sebagai negeri kaya akan hasil bumi berikut simbol kota-kota dagang Batavia, Surabaya, dan Semarang.

Simbol kota-kota dagang Belanda, yakni Amsterdam, Rotterdam, dan Den Haag, berderet di panel kiri. Sementara panel kanan menampilkan ratu-ratu Belanda.

Tak berhenti di situ daya tarik Lawang Sewu. Ibu Negara juga melihat, dari sisi arsitektur, gedung itu dibangun tanpa menggunakan semen, melainkan adonan bligor, atau ada juga yang menyebutnya pese, yakni istilah lokal untuk menyebut campuran pasir, kapur, dan batu bata merah.

Lawang Sewu (foto: Shutterstock) 

Kelebihan bligor dibanding semen adalah bangunan jadi tak mudah retak, tak heran jika tak ditemukan retakan di Lawang Sewu. Bligor juga lebih awet dan menyerap air, sehingga ruang dalamnya sejuk. Konstruksinya juga tanpa besi. Atapnya dibuat berbentuk melengkung setengah lingkaran tiap setengah “O” untuk mengurangi tekanan. Struktur atap dari bata yang disusun miring layaknya struktur jembatan.

(Baca Juga: Janjikan Hadiah Laptop, Ibu Negara Iriana Ajak Siswa Tulis Cerita Keluarga) 

Sejumlah pengunjung Lawang Sewu pun harus diperiksa terlebih dahulu di pintu masuk oleh Paspampres sebelum membeli tiket. Pengamanan ketat itu sempat mengagetkan warga, namun mereka tetap dipersilakan masuk bersama wisatawan lainnya.

"Tadi di pintu masuk, diperiksa. Saya tidak tahu kalau ada Ibu Iriana Jokowi. Alhamdulillah, meski sempat menerobos pengamanan ketat, bisa berfoto bersama Ibu Negara," ujar Sulistya (32), warga Magelang yang berkunjung ke Lawang Sewu bersama suami dan anak keduanya yang beru berumur 5 bulan.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini