nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KDEI: Mahasiswa Indonesia di Taiwan Bantah Alami Kerja Paksa

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Jum'at 04 Januari 2019 10:51 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 04 337 1999808 kdei-mahasiswa-indonesia-di-taiwan-bantah-alami-kerja-paksa-SazqJWg0aq.jpg Kampus (Okezone)

TAIWAN - Anggota Parlemen Taiwan dari Partai Kuomintang, Ko Chih-en, menyebut sejumlah universitas mempekerjakan secara paksa ratusan mahasiswa Indonesia ke pabrik-pabrik dalam program magang, termasuk mahasiswa Universitas Hsing Wu, universitas swasta yang terletak di Distrik Linkou, New Taipei.

Sementara, Kepala Bidang Perlindungan WNI di Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei, Fajar Nuradi menyatakan bahwa dalam penelusurannya tak ada unsur kerja paksa terhadap para mahasiswa magang.

 Baca juga: Ini Skema Program Kuliah Magang Mahasiswa Indonesia yang Diduga Kerja Paksa di Taiwan

"Kerja magang itu diatur oleh pihak universitas dan perusahaan. Tidak ada masalah tentang pembayaran gaji, mereka (peserta magang) digaji sesuai aturan ketenagakerjaan, yaitu NT$150 per jam (sekira Rp70.000 per jam)," ungkap Fajar di Taiwan.

 https://img-z.okeinfo.net/okz/500/library/images/2019/01/04/5eeisan2239v9hn9nw8j_20764.jpg

Ia menegaskan bahwa para peserta tak dipaksa bekerja dan disiksa. Ia juga membantah bahwa mereka diberi makanan mengandung babi, padahal sebagian besar adalah Muslim.

 Baca juga: Rekrutmen Magang Mahasiswa di Taiwan Diminta Dievaluasi

"Saya mewawancara beberapa mahasiswa. Mereka memang disediakan makanan yang mungkin mengandung babi, tapi mereka tidak dipaksa untuk memakannya. Mereka punya pilihan sayur dan makanan vegetarian," jelasnya.

Lebih dari 200 mahasiswa Indonesia yang mengikuti kuliah magang di Universitas Hsing Wu menandatangani petisi pada Rabu 2 Januari dan menyanggah terjadinya kerja paksa. "Pihak universitas tidak memaksa kami kerja dan kami tak pernah diberikan makanan mengandung babi," terang para mahasiwa dalam petisinya.

 Baca juga: Menristekdikti: 300 Mahasiswa Indonesia Kerja Paksa di Taiwan Gunakan Jasa Calo

Sementara Universitas Hsing Wu juga mengeluarkan pernyataan resmi memprotes tuduhan tersebut dengan mengatakan isu ini merusak reputasi perusahaan-perusahaan yang ikut dalam skema magang untuk memberikan pengalaman kerja kepada para mahasiswa.

"Para mahasiswa tak pernah dieksploitasi," papar pihak universitas dalam satu pernyataan.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini