nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polri Identifikasi Kelompok Ali Kalora Cs Miliki Senjata Laras Panjang

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 02 Januari 2019 15:53 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 02 337 1999020 polri-identifikasi-kelompok-ali-kalora-cs-miliki-senjata-laras-panjang-7Ca0eWuRFr.jpg Divisi Humas Mabes Polri (Foto: Puteranegara/Okezone)

JAKARTA - Satgas Tinombala TNI-Polri mengungkap bahwa kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso pimpinan Ali Kalora teridentifikasi memiliki senjata api laras panjang untuk menyebarkan teror kepada masyarakat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo, menjelaskan, saat ini kelompok yang dahulunya dipimpin oleh Santoso alias Abu Wardah itu hanya berjumlah 10 orang. Namun, hanya beberapa orang saja yang memegang senjata api.

"Sudah diidentifikasi jumlahnya segitu. Dan kekuatannya sudah diidentifikasi hanya 3 senjata. Senjata laras panjang, rakitan, dan sisanya senjata tajam," kata Dedi dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (2/1/2018).

Baca Juga: Empat Peleton Polisi Diterjunkan Buru Kelompok Teroris Ali Kalora Cs

Teroris

Kelompok MIT kembali meresahkan masyarakat, mereka diduga kuat melakukan pembunuhan disertai mutilasi terhadap warga Sulteng. Selain itu, juga melakukan penembakan terhadap polisi saat melakukan evakuasi terhadap jasad korban itu.

Dengan adanya identifikasi itu, Dedi menekankan, Satgas Tinombala telah memiliki pola-pola pengejaran terhadap kelompok teroris yang berafiliasi dengan ISIS itu. Salah satunya, adalah diperluasnya pemetaaan pengejaran kelompok itu.

"Satgas Tinombala sudah memiliki pola pengejaran, selain fokus di Poso, juga tentunya pelarian mereka di Parigi Moutong (Parimo) menjadi titik pengejaran Satgas," ujar Dedi.

Strategi lainnya, Dedi menjelaskan, pihaknya juga mengerahkan tim Bina Masyarakat (Binmas) yang bekerjasama dengan elemen masyarakat lainnya untuk memberikan pencerahan, edukasi dan pendampingan agar warga Sulteng tak terpengaruh dengan kelompok tersebut.

"Kami juga ingin memberikan jaminan keamanan khususnya untuk masyarakat di desa yang berbatasan dengan hutan. Kami lakukan penyekatan dalam rangka memotong jalur distribusi logistik, demikian juga kerjasama dengan masyarakat untuk bisa memonitor lingkungan disekitar kebun maupun ladang," papar Dedi.

Senjata

Baca Juga: Pengakuan Saksi Kunci, Pemutilasi Warga Sulteng Teroris Ali Kalora Cs

Di sisi lain, Dedi mengklaim bahwa, situasi saat ini di Sulteng masih terkendali dan aman. Sebab itu, dia meminta kepada masyarakat agar tak khawatir dan menjalani aktivitas seperti sediakala.

"Secara umum bisa dikendalikan aparat dan situasi masih kondusif. Masyarakar dapat melaksanakan aktivitasnya sehari-hari baik berkebun, pergi ke ladang maupun rumah masing-masing," tutur Dedi.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini