Polri Pastikan Ketum PSSI Edy Rahmayadi Bakal Diperiksa Terkait Mafia Bola

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 02 Januari 2019 14:52 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 02 337 1998975 polri-pastikan-ketum-pssi-edy-rahmayadi-bakal-diperiksa-terkait-mafia-bola-GsyGDBahdE.jpg Ketum PSSI, Edy Rahyamadi. (Foto: Arif Julianto/Okezone)

JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Anti-Mafia Bola Polri memastikan akan memeriksa Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Edy Rahmayadi terkait kasus skandal pengaturan skor sepak bola di Tanah Air.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, pemeriksaan terhadap Gubernur Sumatera Utara (Sumut) itu merupakan upaya untuk memberangus sindikat mafia yang mengatur skor di persepakbolaan Indonesia.

"Belum (diperiksa), tapi Pak Ketua PSSI secara ekplisit sudah sampaikan bahwa Beliau sangat dukung dan berkomitmen akan bantu untuk bongkar mafia bola di Indonesia," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (2/1/2018).

Edy Rahmayadi

Satgas Anti-Mafia Bola telah melakukan pemeriksaan terhadap Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria. Menurut Dedi, petinggi dari lembaga yang mengendalikan sepak bola di Indonesia itu telah berjanji akan memberikan keterangan dan sejumlah data kepada penyidik.

(Baca juga: Johar Lin Eng Ditangkap Satgas Mafia Bola, Edy Rahmayadi: Itu Bukan Persoalan PSSI)

"Dalam minggu-minggu ini Sekjen akan berikan tambahan data ke penyidik. Pada prinsipnya Sekjen PSSI sangat kooperatif membantu satgas dalam mengungkap mafia bola ini sampai ke akar-akarnya," tutur Dedi.

Dedi menekankan, pemeriksaan petinggi PSSI itu untuk mendalami sejumlah regulasi dari setiap pertandingan sepak bola di Indonesia. Semisalnya, soal regulasi atau pengaturan, jadwal pertandingan, dan teknis tentang liga.

"Karena operasional organisasi Sekjen PSSI. Oleh karenanya dari Sekjen sangan koperatif akan berikan keterangan dan data kembali," ucap Dedi.

Dalam kasus mafia sepak bola, Satgas telah menangkap empat tersangka yakni Priyanto alias Mbah Pri, Anik Yuni Artikasari alias Tika, Tjan Lin Eng alias Johar dan Dwi Riyanto alias Mbah Putih.

Keempat tersangka itu dijerat dengan dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan dan atau tindak pidana suap dan atau tindak pidana pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau UU No 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap dan atau Pasal 3, 4, 5, UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini